ITS News

Jumat, 27 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Meski Timing BK Lambat, Rasa Integralistik Harus Ada

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Tetapi ada keharusan bagi angkatan untuk mengikuti sebagai regenerasi organisasi.

Bakti kampus (BK) merupakan suatu kegiatan pengkaderan yang setiap tahunnya dilaksakan oleh mahasiswa baru di ITS kampus perjuangan. Kegiatan ini dilaksanakan sewaktu mahasiswa masih baru akan memasuki aktivitas kampus. Badan eksekutif mahasiswa (BEM) ITS tetap konsisten untuk mengadakan BK tahun ini.

Menurut pengamatan dari Rizal Suryo P (Bio'99), yang menyoroti seputar BK tahun ini yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnnya. Dia menuturkan, "Timming BK kali ini sangat sangat telat sekali," tegasnya. Hal ini terlihat pada situasi dan kondisi BK yang mendekati ujian akhir semester tahun ini. Dimana hampir semua elemen mahasiswa ITS saat ini sedang hangat-hangatnya praktikum, tutur Kahima Biologi ini.

Mengenai materi BK kali ini Rizal belum tahu pasti, mungkin ada sedikit perbedaan dengan tahun sebelumnya. Namun, materi BK pada umumnya masih tetap sama untuk integralistik ITS. Supaya mahasiswa ITS untuk tetap bangga dan cinta almamater. Dalam menyatukan langkah Tridharma perguruan tinggi.

Rizal tetap optimistis mengenai pelaksaan BK kali ini akan tetap bejalan lancar dan berhasil. Meskipun menurutnya, "Kalau gereget untuk mengikuti BK nanti sangat kurang dari angkatan 2001," ujarnya. Hal ini mungkin karena mahasiswa angkatan 2001 sudah mengenyam pengkaderan di jurusannya masing-masing. Dukungan moral tetap ada darinya bagi semua mahasiswa ITS angkatan 2001, dalam menyukseskan BK nanti.

Dengan mengikuti BK akan dapat mengantarkan mahasiswa untuk berkiprah dan aktif dalam organisasi. Baik organisasi tingkat jurusan maupun di tingkat institut. Selain itu juga, dengan melalui BK dapat membentuk calon paradigma baru yang berkualitas lebih baik dalam segala hal. Namun, bagi mahasiswa yang tidak mengikuti BK menurutnya," dengan sendirinya mahasiswa tersebut akan tersisi secara moralitas dalam organisasi," tambahnya. Hal ini bukan berarti disingkirkan secara langsung, akan tetapi mahasiswa tersebut tidak survive atau tidak mampu beradaptasi dengan jalan organisasi di kampus ITS. Vivat ;! (hidup ITS!hidup ITS!hidup ITS!).(m3/li)

Opini dari:
Rizal Suryo P (Kahima Prodi Biologi)

Berita Terkait