ITS News

Selasa, 07 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Mesin Pengolah Sampah Made In ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sampah, yang merupakan problem utama kota Surabaya, telah mengusik warga ITS untuk mencari pemecahannya. Ada solusi menarik yang ditawarkan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) ITS yang bekerjasama dengan Prodi Biologi ITS dan beberapa perguruan tinggi di Surabaya, yakni menciptakan mesin pengolah sampah. Merekan tergabung dalam Kegiatan Kampus Peduli yang bertempat di ruang KLH-LPM ITS, Kamis, 7 Pebruari 2002.

Mesin Pengolah Sampah yang didemokan berupa Mesin Penghancur (Perajang Enceng gondok)yaitu Siput serta Sigon/Degon, mesin penghancur sampah organik dan mesin penghancur sampah plastik

Mesin Siput dengan spesifikasi panjang 40 cm, lebar 50 cm dan tingi 70 cm. Berat total 20 kg, bermesin 3 HP vertical shaft, berpendingin dingin udara, serta bahan bakar bensin, memang mudah untuk dibawa. "Selain itu dengan ukurannya yang kecil dan bobot yang ringan, alat ini dapat diangkat dibawa oleh dua orang," kata Dr.Ir.Soeharto,DEA., Kepala Program Penerapan Hasil Penelitian Lembaga Pengabdian Masyarakat kepada ITS Online

"Kelebihan dari mesin ini yaitu mudah dipindahkan (portabel), ringan dan penggunaanya juga mudah, tinggal menarik stater tali dengan recoil," lanjutnya kepada anggota kampus Peduli sambil mendemokan cara mempergunakan mesin siput.

Pada Mesin siput, sampah organik yang bermacam – macam jenis dan ukuran dapat dipotong menjadi ukuran kecil sampai lembut sehingga lebih mudah diwadahi dalam kantung atau karung. Pada saat pendemoan sampah atau tumbuhan lainnya dimasukkan ke dalam mesin secara manual dan keluar sudah terpotong menjadi lembut. "Hal ini mempermudahkan pengolahan menjadi pupuk," kata Dr.Ir.Soeharto,DEA sambil menjelaskan bahwa mesin ini mempunyai alat potong pisau rotary 50 cm dengan kapasitas potong 2 m3/jam.

Lalu kenapa diberi nama siput?. "Karena bentuknya yang mirip siput, desain jurusan Desain Produk Industri dengan warna seperti siput coklat bergaris hitam dengan logo its di tengah," jawab Pak Harto, panggilan akrab Dr. Ir. Soeharto, DEA kepada ITS Online.

Mesin yang lain dengan spesifikasi mesin penghancur mekanik dengan rotor dan stator. Panjangnya termasuk diesel adalah 250 cm, lebar 129 cm dan tinggi 191 cm. Berat diesel penggerak 165 kg. Penggerak rotor penghancur adalah mesin diesel berdaya (N) 20 HP, putaran (n) 2200 rpm, dilengkapi belt dan pullery transmisi selain itu bermaterial badan dari plat SS.400 frame (structure SS.400), pisau rotor (tool stell), pisau stator (tool stell), dan fly wheel (besi cor).Kapasitas plastik kering 75 – 100 kg/jam. Berat 780 kg memang membuat mesin ini terlihat berat dan kokoh.

Spesifikasi Mesin penghancur plastik terbagi atas dua kapasitas, yaitu 50 m3/jam dan 15 m3/jam," kata Pak harto. Untuk kapasitas 50 m3/jam mempunyai komponen mesin utama berupa pisau, anvil dan motor pengerak, daya rotor penghancur 50 hp, putaran 600 Rpm. Sedangkan kapasitas 15 m3/jam berspesifikasi daya 20 hp, putaran 600 rpm.dan 15 m3/jam. "Keduanya transmisi menggunakan Belt," lanjutnya.

Terlihat saat dilakukan demo dengan 15 orang dari kampus peduli dari berbagai perguruan tinggi di surabaya terdapat beberapa kelemahan antara lain tidak adanya tempat atau wadah bagi hasil rajangan, selain itu sampah yang keluar lagi setelah dimasukkan ke tangki penampung. "Ini merupakan permulaan dan kami akan memperbaiki segala kelemahan," kata Dr.Ir.Soeharto,DEA

Mesin Pengolah sampah yang terdiri dari Mesin Penghancur sampah dan Mesin Penghancur plastik ini dibuat oleh LPM-ITS bekerja sama dengan PT Bromo Stell, Pasuruan. "PT Bromo Stell berperan dalam hal pembuatan alat. Desain dan rancangan tetap dibuat oleh ITS," Ujar Dr.Ir.Soeharto,DEA.

Program penanganan sampah Surabaya ini merupakan program berkelanjutan "Untuk tahap pertama kami tujukan pada sampah rumah tangga, yakni mulai tanggal 10 Pebruari nanti", ungkap Ir. Sri Nurhatika, MP, Sekretaris Prodi Biologi ITS. Tahap kedua dan ketiga ditujukan pada sampah hotel (17/2) dan sampah pasar (24/2), lanjutnya.(tin/rif)

Berita Terkait