ITS News

Sabtu, 26 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

Menuju Mahasiswa ITS Berakhlak Baik

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Inilah yang dibahas dalam bedah buku "10 Kebisaan Muslim Yang Sukses", Sabtu (20/3) yang diselenggarakan oleh hasil kerja sama antara kajian jurusan Ibnu Mukla (Matematika), Nurul Ilmi (T. Kimia), Qalam (T. Elektro) dengan Penerbit buku Elba

Kalau manusia mau membayangkan 100 tahun kedepan. Tentunya, yang ada dibenak kita adalah kehidupan setelah kematian. Kehidupan setelah kematian itu sendiri terbagi menjadi ada dua yakni, rumah surga dan rumah neraka. Itu semuanya tergantung dari kepatuhan kita terhadap sang Maha kuasa. Kalau selama hidup kita melaksanakan segala apa yang diperintahNya, maka kita akan menempati rumah surga. Begitu juga sebaliknya, kalau kita tidak pernah taat kepada sang Pencipta, maka kita akan menempati rumah neraka.

"Untuk itu kita mesti memiliki target dan tujuan hidup, yakni sukses dalam segala bidang, baik di dunia maupun di akhirat" kata Guntar, salah satu pembicara dalam bedah buku ini. Namun, hal itu bukan suatu masalah sepele karena untuk memuwujudkannya banyak kendala yang mesti dihadapi. "Misal, faktor lingkungan karena jika faktor itu tidak mendukung tujuan kita maka mustahil tujuan yang ingin kita capai akan terwujud,"terang instruktur Trusco ini

Menurutnya, dalam mengatasi itu diperlukan niat tulus dan keikhlasan. Karena pola sikap demikian akan membentuk karakter amal yang profesional, serta hati yang tabah dan tawakkal kepada Allah S.W.T dalam mencapai puncak prestasi tersebut.

"Untuk itu, perlu kita semua menumbuhkan tindakan berakhlak baik menjadi suatu kebiasaan sehari-hari dan akhirnya membentuk karakter Islami yang sukses," tegas alumnus T. Informatika ITS ini.

Sementara itu, H. Ainul Haris, M.Ag, pembicara kedua lebih menyoroti masalah perilaku dalam mencapai keikhlasan. "Suatu kesuksesan tidaklah berarti di mata Sang Pencipta bila tanpa ada landasan akidah atau akhlak," ujarnya. Oleh karenanya, lanjut pria yang berprofesi alih bahasa Arab-Indonesia ini, meski target hidup seseorang dinilai baik di mata masyarakat, namun belum tentu baik di mata Sang Maha Kuasa (mut/rom)

Berita Terkait