ITS News

Senin, 03 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

Menko Perekonomian: Perlu Pemberdayaan Untuk Mengoptimalkan Potensi Kelautan

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sungguh besar potensi kelautan yang dimiliki bangsa ini. Bagaimana tidak, kekayaan alam kita yang melimpah ruah dan didukung sumber daya manusia yang cakap dan terampil. Potensi kelautan, kemarin dipresentasikan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan, Rokhmin Dahuri. Sayang, potensi-potensi ini kurang digarap dengan apik oleh bangsa ini. Ini terbukti dari data-data yang disampaikan, terlihat masih jauhnya bangsa ini dalam mengelolah kekayaannya. Dibanding negara-negara tetangga, Indonesia memperoleh penghasilan yang paling kecil di bidang ini, padahal 70% wilayah Indonesia merupakan laut, dan parahnya lagi, Indonesia memiliki panjang pantai yang terbesar diantara negara-negara tersebut.

Kenapa bangsa ini kurang bisa mengelola potensi kelautan yang ada ? Selama ini, kita begitu kurang perhatian dalam bidang kelautan ini. Menko Perekonomian, Dorojatun Kuncorodjati, membenarkan hal ini. Menurutnya bangsa ini merupakan bangsa pelaut, tapi kenapa diantara kita kurang begitu tertarik dengan laut. Kita masih berpikiran ke darat, salah satu contohnya, kenapa kita berpusing-pusing mau membikin jalan lewat darat, kenapa kita tidak membikin fery yang hebat untuk perjalanan di laut. Laut merupakan jalan yang tidak diaspal. quot;Kita bangsa pelaut, dan harus kembali ke laut,quot; tegasnya.

Pak Jatun, pangilan Menko Perekonomian ini, menceritakan bangsa ini sebelum penjajahan. Dahulu, bangsa kita begitu memberdayakan kelautan yang ada. Banyak kerajaan-kerajaan yang menggunakan laut sebagai nafkah pencaharian, transportasi, perdagangan, dan masih banyak lagi. Setelah ada penjajahan, dan rupanya mereka mengatahui potensi yang kita miliki, sehingga mereka mengusir bangsa ini dari kehidupan laut. Hasilnya, sekarang bangsa ini kurang memperhatikan potensi kelautannya.

Dalam kesempatan diskusi ini, Menko Perekonomian, mengharapkan universitas-universitas di Surabaya bisa bersatu dan bekerjasama dalam menggarap potensi kelautan ini. Menurutnya, masih banyak lahan-lahan kelautan yang mesti digarap. "Kita memerlukan kerjasama universitas untuk mengoptimalkan potensi kelauatan kita," ucapnya. Beliau banyak mencontohkan lahan-lahan yang mestinya bisa digarap universitas. "Di ITS kan banyak insiyur-insinyur di bidang ini," katanya. Menurutnya, sungguh besar peranan bidang ini untuk pemulihan ekonomi, mengingat wilayah kita yang sebagaian besar merupakan laut. Pemberdayaan bidang ini merupakan tanggung jawab kita semua.

Dialog ini diawali dengan berbuka bersama antara rektor-rektor perguruan tinggi di Jawa Timur bersama rombongan menteri, LSM, serta civitas mahasiswa ITS. Dialog bertema Membangun Perekonomian Indonesia Melalui Sektor Perikanan dan Kelautan bersama Menko Perekonomian dan Menteri Perikanan dan Kelautan berlangsung hangat diikuti sekitar 150 peserta, dari pukul 18.00-22.00.
(akh/li)

Berita Terkait