ITS News

Senin, 30 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Menjadi Developer GPRS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Perkembangan teknologi telekomunikasi begitu pesat. Sampai saat ini, teknologi telekomunikasi akan memasuki generasi ke-3 (3G). Di mana pada generasi terbaru ini diprediksikan akan mempunyai layanan kecepatan antara 384 Kb/s sampai 2 Mb/s.

Tentu saja, informasi ini menjadi berita gembira bagi pengembang dan penyedia jasa layanan telekomunikasi. Karena teknologi tersebut nantinya diharapkan mampu melakukan transfer data dalam waktu yang relatif lebih cepat.

Teknolgi tersebut disebut dengan GPRS atau General Packet Radio Services. Sebenarnya ini merupakan sebuah packet service daripada GSM. Jadi GRPRS ini sebenarnya merupakan pengembangan dari GSM. Dan bukannya suatu hal yang terbaru.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Ericsson dan Indosat mengadakan workshop. Dimana dalam workshop diharapkan akan ada developer yang akan mengisi fasilitas dari teknologi tersebut. Dan kesempatan ini tidak hanya bagi orang tertentu saja. Melainkan diberikan kepada setiap orang yang mempunyai ide-ide kreatif dalam pengembangan fasilitas GPRS.

Tentu saja, hasil dari idea-idea kreatif tersebut merupakan prosek yang sangat menggiurkan. Contohnya di Jepang sebuah developer membuat content gambar kucing dapat meraup keuntungan sampai 1,7 million dolar.

Meski demikian dalam pembuatan isi dari media ini harus diperhatikan beberapa faktor antara lain : umur, kesukaan, budaya, keuangan, waktu, dan kebiasaan dari para pengguna. Dari faktor-faktor tersebut dapat dibuat fasilitas yang berdasarkan komunitas, interaksi, kebebasan, dan personalitas.

Hal-hal tersebut perlu diperhatikan jika kita ingin mengembangkan sebuah ide yang benar-benar akan dimanfaatkan oleh banyak pengguna.Misalnya,kita membuat content dengan budaya daerah setempat dan ini banyak dimanfaatkan oleh pengguna. Hal ini belum tentu akan berlaku untuk daerah lainnya.

Kiat-kiat ini yang diharapkan dari dua perusahan tersebut untuk dapat meniru sistem yang diterapkan di Jepang tersebut. Disamping nantinya bagi pengembang akan mendapatkan 90 persen dan operator 10 persen. Pembagian tersebut berdasarkan dari jumlah pengguna fasilitas dari developer

Pada workshop yang diselenggarakan rabu (31/10) lalu di Hotel Hyatt ini menarik banyak kalangan mulai dari mahasiswa, pengembang IT, dan beberapa karyawan beberapa perusahaan di Surabaya. Disamping karena menariknya topik yang disajikan. Juga adanya doorprice sebuah heandphone T65 dan 3 buah kartu I-m3.

Dengan adanya kesempatan seperti ini diharapkan dari para mahasiswa ITS untuk dapat menggali ide-ide kreatifnya.(rom)

Berita Terkait