ITS News

Jumat, 27 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Mengurangi Sebaran Informasi Yang Asimetri (Konsorsium-I)

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dua pertiga dari wilayah negara kita merupakan lautan. Sangat disayangkan apabila potensi dari lautan itu sendiri tidak kita manfaatkan. Padahal jalan menuju kesana masih terbentang luas, juga dapat membuka lapangan pekerjaan yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat pesisir.

Semiloka yang diselenggarakan pada Jumat (14/11) ini mengangkat kompleksitas persoalan pemberdayaan masyarakat pesisir Jawa Timur menjadi pokok bahasan diskusi yang dituangkan dalam program PEMP (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir). Selama sehari dikupas habis paparan-paparan menyangkut permasalahan yang tengah dihadapi sekaligus mencari solusinya. Acara dibagi menjadi tiga sesi yang terdiri dari pemaparan I , pemaparan II dan pemaparan III.

Diskusi panel yang dihadiri kurang lebih 52 orang itu mendatangkan pembicara dari berbagai pihak. Diantaranya dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Antropolog dari Universitas Jember, Sosiolog dari UNAIR, Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dari Departemen Kelautan dan Perikanan, dan tak kalah pentingnya hadir pula para pejabat ITS seperti Pembantu Rektor II, Dekan FTK serta Sekjen KKB-RC Jatim yang dalam hal ini dipegang oleh Ir Daniel M.Rosyid,PhD.

Semiloka kali ini dimaksudkan untuk menyerasikan pemahaman tentang strategi pemberdayaan masyarakat pesisir dan menyebarkan informasi lebih luas tentang program PEMP. Tak ketinggalan pula penguatan jaringan para pemangku kepentingan juga sangat diharapkan." Intinya penyebaran informasi tentang asimetrisnya program PEMP harus kita pecahkan bersama-sama," ujar Ir Mukhtasor,M.Eng. Ph.D, ketua panitia semiloka.

Selanjutnya Ir Ashjar Imron, ketika membuka semiloka ini, juga menekankan dalam kurun waktu lima tahun ke depan harus dibuktikan bahwa pemberdayaan tersebut bukan malah menciptakan ketergantungan baru. (d1ti/Lin).

Berita Terkait