ITS News

Senin, 15 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Membangkitkan Potensi Akademik dengan Reaktor dari JMMI.

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

JMMI ITS kembali mengadakan kegiatan pelatihan. Kali ini adalah pelatihan untuk meningkatkan kemampuan belajar pesertanya. Pelatihan yang berlabel Revolusi Akademik Organisatoris ini menurt panitianya dilhami oleh metode Quantum Learning. Pelatihan yang berlangsung 11 dan 12 Desember ini ternyata banyak diminati. Dari jatah 50 orang yang disediakan panitia, semuanya terisi.

Menurut salah satu panitianya Ryo Muhammad, tujuan pelatihan ini dalam jangka pendek adalah meningkatkan prestasi akademik pesertanya dan sukses menghadapai UAS. "Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah menyadarkan para para peserta bahwa kegiatan kademik adalah penting juga," jelasnya. Pelatihan ini ternyata mendapat atensi dari para mahasiswa ITS. Pelaksanaan pelatihan inijuga mendapat bantuan dari Yayasan dana Sosial Al-Falah (YDSF), yang sering pula membantu penyelenggaraan berbagai acara JMMI.

Peltihaan ini berlamgsung selama dua hari pada hari pertama diisi dengan materi pelatihan sementara hari kedua lebih ditekankan tentang motivasi terutama dari para dosen.

Materi pada hari pertama meliputi peningkatan kemampuan megingat, kecepat membaca dan efektivitas belajar. Materi ini diberikan oleh Supardi dari KPI, salah satu lembaga pelatihan kemampuan. Sukardi mengawali materi dengan memberi tes kecepatan membaca, yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Hari tes itu ternyata kemampuan baca para peserta berkisar angka 3000 kata per menit. "Padahal kecepatan seperti ini dalam standar pendidikan Amerika Serikat masih dikategorikan buta huruf," ungkapnya.

Sukardi lalu menceritakan tentang seorang bernama Steve Snyder yang mempunyai kemampuan baca cepat. "Dalam kecepatan "jogging" ia bisa membaca 50.000 kata per menit, dan pada kecepatan "sprint" ia bisa membaca 10.000 kata per menit," terang Sukardi. "Steve itukan manusia sama seperti kita. Jadi kita pun bisa membaca seperti itu." ujar Sukardi memotivasi para peserta.

Sukardi mengajarkan berbagai tips untuk meningkatkan kemampuan membaca. Salah satunya adalah dengan memfokuskan pandangan pada lebih dari satu kata karena mata manusia itu bisa memandah lebih dari satu objek sekaligus. "Misalnya saat kita sedang naik sepeda motor, kita kan tidak memandangi satu per satu kendaraan yang ada di depan kita tapi kita lihat beberpapa secara bersamaan" jelas pria bertubuh subur ini.

Sukardi yang alumni Teknik Mesin ITS ini juga mengajarkan untuk membuang mitos-mitos dalam membaca. Misalnya saja mitos bahwa membaca itu harus satu huruf saja, karena hal ini bisa memperlambat kita.

Metode lain yang diajarkan oleh Sukardi adalah metode Soft Fokus. Metode ini mengajarkan kita untuk memfokuskan mata kita pada spasi antar kata. Selain membaca cepat kemampuan lain yang diajarkan adalah kemampuan mengingat dan belajar efektif. Hampir semua materi diberikan dengan permainan dan simulasi.

Pelatihan ini sempat terganggu oleh getaran dari sound system acara Home Coming Days. Maklum saja karena tempat acara itu diadakan berada persis di lapangan depan Perpustakaan pusat ITS tempat pelatihan ini diadakan. Tapi para peserta tetap berkonsentrasi pada materi yang diberikan tanpa terlalu memperduli hentakan musik di luar gedung. (rif/li)

Berita Terkait