ITS News

Senin, 06 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

MEDIA MASSA IKUT ANDIL (KONSORSIUM-III HABIS)

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sejak tahun 2000,program yang dilancarkan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) RI ini dilaksanakan dalam lingkup kabupaten atau kota yang memiliki program PEMP dengan suatu mekanisme tertentu. Anggaran dana yang tersedia untuk tahun 2003 ini sekitar 850 juta rupiah hingga 1 milyar rupiah.

"Dana yang cukup besar ini seharusnya tersalurkan tepat sasaran dan tepat program.KKB berusaha mendorong usaha-usaha agar program PEMP tidak terbatas pada program yang sekarang sedang digulirkan DKP," demikian penekanan yang disampaikan Ir Mukhtasor,MEng,PhD yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen di Teknik Kelautan ITS.

Lebih lanjut dijelaskan bersamaan dengan sinergitas internal DKP tersebut,penting pula dijalin aliansi dengan berbagai pemangku kepentingan,baik lembaga pemerintah maupun dunia usaha dan lembaga masyarakat.Untuk tujuan itu DKP telah bekerjasama dengan pihak-pihak seperti Kementrian Koperasi dan UKM, Bank Bukopin, Bank Mandiri dan PT Permodalan Nasional Madani(PNM).

Seirama dengan upaya penumbuhan kultur kewirausahaan masyarakat pesisir,perlu pula didorong terbentuk dan berkembangnya lembaga ekonomi berbasis sumber daya kelautan dan perikanan.Sebagai langkah inisiasi awal dibentuklah Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP)."Kita juga terus memacu dan mengkaji sumber dana diluar perbankan," imbuh Ir Suhadi,konsultan manajemen dari Bank Mandiri.

Disamping itu diambilkan pula contoh pengalaman Kabupaten Situbondo yang pernah mendapat penghargaan atas keberhasilannya dalam program PEMP pada 2002 lalu.Meskipun begitu nama Situbondo sempat tercoreng karena kenyataan dilapangan tidak sesuai.Tetapi dengan tegasnya Ir Eddy Santoso,MM,Kepala Dikanla Kabupaten Situbondo membantah hal itu."Saya tidak setuju dengan kata tercoreng karena justru itulah yang menjadi masalah yang harus dipecahkan bersama," ujarnya.

Kemudian pada termin diskusi,Daniel M Rosyid menyampaikan saran supaya memanfaatkan temuan ilmiah di perguruan tinggi untuk diaplikasikan ke masyarakat pesisir,salah satunya ITS.Pertanyaan lain yang dilontarkan peserta dari Jember menyangkut media massa yang terkait dengan program ini."Ada yaitu Warta PEMP tapi hanya ditujukan pada golongan tertentu saja,tidak dipublikasikan secara umum," kata Suhadi.

Menanggapi pertanyaan tersebut,wartawan dari Indomaritim.Com mengaku dewan Indomaritim tidak tahu kalau ada kegiatan semacam ini. Jadi sebagai media massa yang khusus mengulas masalah kemaritiman, seharusnya juga diundang. Dalam berbagai hal peranan media massa selalu dibutuhkan mengingat fungsinya sebagai media penyalur aspirasi masyarakat,utamanya masyarakat pesisir Bagaimana dengan ITS Online?(d1ti/har)

Berita Terkait