ITS News

Jumat, 01 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Mardi Brilian Saleh, sosok unik ketua PIMITS 7

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sosok yang satu ini bisa jadi adalah orang yang paling sibuk di ITS dalam beberapa minggu belakangan ini. Ia adalah Mardi Brilian Saleh, ketua Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS (PIMITS) VII. Meskipun menghadapi berbagai kendala akhirnya mahasiswa Teknik Informatika ini bisa menyelenggarakan acara tahunan itu dengan baik.

Dalam pelaksanaan PIMITS usaha kerasnya patut dipuji. Meskipun tidak bisa menggaet kembali Telkom sebagai sponsor utama namun ia berhasil menarik Kompas, DJ FM, dan PT Perumahan Pembangunan. "Oleh Kompas kita mendapat poster untuk publikasi dan jatah iklan," Jelasnya di sela-sela kesibukannya mengatur acara PIMITS VII di Graha ITS.

Mardi memang dikenal sebagai orang yang aktif di organisasi baik Himpunan Mahasiswa maupun BEM. Di HMTC (Himpunan Mahasiswa Teknik Computer-Informatika), Mardi aktif sebagai anggota Bidang Pengkaderan. Sedangkan di BEM ia menjadi anggota Pokja Otonomi Kampus, yang bertugas merumuskan konsep ITS sebagai BHMN (Badan Hukum Milik Negara). "Namun karena masuknya saya di Pokja bersamaan dengan saat saya ditunjuk menjadi ketua PIMITS maka hingga saat ini saya masih belum bisa menjalankan tugas, " jelas Mardi. Menurutnya, meskipun ia aktif di organisasi tapi kesktifannya itu tidak mengganggu kuliah. "Saya beruntung karena ada teman-teman satu angkatan yang banyak membantu saya," jelasnya.

Pria asli Surabaya ini mengaku sangat senang dengan olahraga, terutama sepak bola dan bola volly. "Dulu di SMU saya sempat ikut klub sepak bola namun karena sekarang kesibukan kuliah dan organisasi maka saya tidak lagi ikut klub di ITS," jelasnya. Namun ia tetap meluangkan waktu untuk menjalani hobinya itu. Bahkan saat ini ia masih aktif menjadi pengajar kegiatan bola Volly di almamaternya, SMUN 5 Surabaya.

Yang menarik adalah alasan kenapa pria kelahiran 28 Maret 1984 ini memilih untuk masuk Teknik Inormatika ITS. "Saya tertarik masuk bukan karena TC adalah jurusan tebaik di ITS atau karena fasilitasnya yang lengkap, tapi karena saya tertarik dengan jaket Himpunan milik kakak saya dan kesan kalau himpunan di TC adalah mandiri," jelasnya. Memang kakak Mardi, Febrilian Samopa, juga mahasiswa Teknik Informatika. Mahasiswa angkatan 1991 itu sekarang menjadi salah satu dosen di Program Studi Sistem Informasi.

Meskipun lekat dengan Himpunan Mahasiswa dan BEM, ternyata Mardi menyimpan kekecewaan terhadap dua organisasi itu. Menurutnya kedua organisasi itu sudah melenceng dari tujuan awal didirikan. " Kalau dulu Hima itu didirikan oleh mahasiswa di jurusan yang sering berkumpul untuk membahas persoalan atau bertukar pikiran. Namun sekarang justru terkesan orang yang aktif di Hima sebagai kelompok elit mahasiswa yang terpisah. Sedangkan BEM yang dulunya diharapkan menjadi payung dari seluruh Hima di ITS justru menjadi semakin terpisah dari Hima itu sendiri," jelas mahasiswa angkatan 2001 ini.

Mardi juga menyampaikan agar mahasiswa yang ingin terjun di organisasi harus serius dan tidak setengah-setengah. "Saya percaya segala sesuatunya tergantung niat. Kalau niat awal kita di organisasi salah, ya tentu hasilnya tidak akan bagus." Jelasnya (Arif/Lin)

Berita Terkait