ITS News

Sabtu, 28 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Mak Bongky ikut menyanyi

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Cuaca yang mendung di pagi hari itu tak membuat sekelompok mahasiswa Arsitektur berhenti bekerja. Mereka berlalu lalang sibuk menata perlengkapan pada sebuah pentas yang sebelumnya telah berdiri. Akhirnya, ketika matahari semakin meninggi, mulai terdengar hingar-bingar dari panggung di kampus Arsitektur itu.

Minggu itu, mahasiswa Arsitektur menggelar acara Scrub 2003. Sebuah parade musik yang menampilkan grup band lokal dan beberapa grup band dari kampus-kampus di Surabaya.

Acara pun meriah di sore hari. Penonton yang sebagian besar mahasiswa berduyun-duyun menonton parade musik yang bebas tiket masuk ini. Suasana tambah gayeng ketika grup band Dootha tampil.

Dootha, band asal Untag ini menarik perhatian penonton. Bagaimana tidak. Sang vokalis, Ryan, tampil dengan busana yang ‘norak’ tapi unik. Model baju You Can See hitam dipadu celana panjang merah muda khas penyanyi dangdut. Itu belum cukup, ia masih mengenakan sebuah aksesori lagi, sebuah kacamata biru yang nyaris seperti topeng saking besarnya.

"Hee..hee..kenalkan nama saya Nicholas Saputra.." ujarnya memperkenalkan diri dengan gaya kocak. Penonton yang duduk di halaman kampus Arsitektur itu pun langsung gerr. "Bukan Nicholas Saputra tapi Mak Bongky!" teriak seorang penonton. Dengan suara yang dibuat serak dan kocak, Ryan memang lebih mirip Mak Bongky, tokoh peramal di stasiun televisi JTV.

Dootha akhirnya menyanyi. Selain kocak, Ryan juga pandai bergoyang. Di atas panggung, ia berkali-kali goyang ngebor ala Inul Daratista dan juga goyang kayang. Selain Dootha, grup band yang tampil dalam Scrub 2003 antara lain New Solid, Stakato Nemo, ada juga grup breakdance, Mutant.

Pada awalnya, acara musik yang merupakan singkatan dari Solidarity, Creativity, and Unity Reborn ini dirancang untuk memeriahkan Dies Natalis ke-43 ITS. Namun, karena kesibukan panitia, acara ini tertunda hingga sekarang. "Acara ini sebenarnya harus terlaksana Oktober lalu, sebagai syarat KPP angkatan kami," ujar Rizky Laksmi W, ketua panitia Scrub 2003 yang juga mahasiswi Arsitektur 2002. "Alhamdulillah, berkat dukungan alumni, dan rekan mahasiswa Arsitektur, dana untuk pembiayaan acara ini dapat tercukupi," tambah gadis yang akrab dipanggil Mimie ini.

Selain parade musik, sebenarnya ada lomba poster. Namun karena jumlah peserta yang kurang, acara ini pun dibatalkan. (tov/bch)

Berita Terkait