ITS News

Selasa, 04 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

Mahasiswa Teknik Kelautan "Curi" Juara di ITB

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Bermodal semangat dan rasa optimis empat tim dari ITS ini bersaing dengan 22 tim kontestan lainnya. Tidak tanggung-tanggung, lawan yang dihadapi bukan hanya berasal dari kalangan mahasiswa saja namun juga praktisi struktur. "Perkiraan kita pesertanya mahasiswa saja. Tapi ternyata juga ada yang dari McDermott dan konsultan," jelas Vivian Karim anggota tim yang merebut juara III. Menurutnya, meskipun peserta asal Jawa Timur cuma dari ITS ia tetap optimis. "Kita tetap yakin, karena kita sudah menyiapkan rancangan strukturnya sejak dari Surabaya. Dan kita sudah pernah buat prototype strukturnya," tambah mahasiswa asal Kendari ini mantap.

Lomba menyusun stik es krim menjadi struktur bangun lepas pantai yang termasuk dalam rangkaian "Indonesia Ocean Expo 2002" ini, dibagi dalam 3 tahap. Tahap pertama struktur dibebani beban 10 kg dengan arah vertical dan horizontal. Tahap kedua, peserta yang tersisa tunggal 11 tim. Disini struktur diberi beban sebesar 25 kg. Tahap terakhir struktur diberi beban sebesar 50 kg. "Semua struktur dari tim yang tersisa mampu menahan beban tersebut. Tetapi yang dinilai bukan hanya kekuatan namun juga faktor efisiensi bahan dan kerealistisan struktur. Nah kita kalahnya disitu," ulas mahasiswa angkatan 99 ini bersemangat.

Anggota tim lainnya, Johanes Chresen, menambahkan andaikata panitia tidak merubah jadwal struktur yang dihasilkan akan lebih bagus. "Jadwalnya Jum’at tapi diajukan hari Kamis. Ini yang membuat kita agak gelagapan. Bayangkan saja kita tiba di Bandung Kamis jam 06.30 lombanya dimulai pukul 07.00," papar pemuda asal kota Ngawi ini. Namun, keberhasilan ini, menurutnya mampu mengobati kekecewaannya. "Untunganya meskipun jurinya dari ITB, mereka cukup fair. Dan ini membuat kita yakin sebenarnya mahasiswa ITS itu tidak kalah dengan perguruan tinggi terkenal lainnya," jelas Cresen yang juga angkatan 99 ini.

Hal senada juga dilontarkan oleh Harinto PS, anggota terakhir tim ini, menurutnya kalau diberi kesempatan mahasiswa ITS mampu bersaing dan berprestasi. "Asal sering mencoba ke banyak lomba dan didukung oleh banyak pihak termasuk jurusan. Kalau itu terpenuhi saya yakin kita bisa juara," jelasnya. Menurut Harinto, kendala mahasiswa biasanya masalah pendanaan dan hal tersebut sangat vital. "Kita berangkat ini habis sekitar 1 juta dan untungnya impas dengan hadiahnya," tambahnya.(har/bch)

Berita Terkait