ITS News

Sabtu, 28 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Mahasiswa Pelurus Moral Bangsa

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Apakah fenomena "Inulisme," yang kerap tampil di media elektronik, mencerminkan hancurnya nilai moral bangsa kita ini ? Suatu tanda tanya besar yang harus kita jawab dan hadapi, terutama generasi muda sebagai penerus . Dalam bedah buku dengan tema "Tuhan Diantara Inul dan Gang Dolly", FOSMI (Forum Studi Mahasiswa Islam) ITS mencoba menguak lebih dalam apa maksud dibalik fenomena itu semua.

Dengan menggandeng Dr. Akhudiat, seorang budayawan sekaligus salah satu anggota Dewan Kesenian Jawa Timur dan sering melakukan penelitian tentang seni di Jawa Timur, FOSMI menguak tuntas buku bertema "Inulisme".
"Inul itu bisa saja kiriman Tuhan untuk mengingatkan kita," ujar dosen IAIN Sunan Ampel ini. Sebab, tambahnya, ketika Inul muncul kita semua dihadapkan pada problematika bangsa yang multidimensional.

"Kemunculannya yang fenomenal itulah menjawab moral bangsa kita ini, namun semua ini harus kita pahami dibalik itu semua," papar Akhudiat lagi.

Hal senada diungkapkan oleh Khoirul Anam, penulis buku "Tuhan diantara Inul dan Gang Dolly", ketika menjawab pertanyaan dari sejumlah peserta diskusi diantara 130 orang pesrta bedah buku yang menyesaki ruangan. "Semua itu adalah suatu pelajaran yang berharga dan harus kita pikir bersama," kata jurnalis salah satu surat kabar di Malang.

Anam menambahkan, tidak selamanya sesuatu yang kita nilai buruk itu salah dan sebaliknya. "Akan tetapi dibalik itu semua ada pelajaran yang harus kita ambil yakni hidup optimis dalam era modern," paparnya.

Hal ini langsung dibenarkan oleh Akhudiat. Menurutnya, pelajaran inilah yang perlu kita kaji lebih lanjut serta ditindaklanjuti. "Untuk menjawab tantangan masa depan moral bangsa kita," sahut Akhadiat di acara yang sarat akan pertanyaan kritis dari mahasiswa ITS.

"Jangan kita seterusnya menjadi generasi bokong!," tegas anggota dewan kesenian Jatim ini. Tidak lain, mari kita bersama meluruskan dan menyelamatkan moral bangsa dengan tetap berpegang pada Allah juga agama. "Dari merekalah kita berharap untuk membenahi moral bangsa ini. Sebab siapa lagi kalau bukan dari mahasiswa sebagai calon pemimpin nanti," pungkas Akhudiat dipenghujung acara. (mut/har)

Berita Terkait