ITS News

Kamis, 30 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Mahasiswa ITS rancang bangunan Politeknik Sipil ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Kampus ITS bakal makin lengkap, sesuai dengan visi keteknologiannya. Saat ini ITS berniat membuka politeknik sipil. Lokasi dan rancangannya pun sudah disediakan. Hebatnya lagi, rancangan bangunan pada lahan seluas 2000 meter persegi tadi dihasilkan oleh mahasiswa ITS sendiri.

Adalah Endy Yudho, Anggoro Cipto, Rianto T, dan Rahmat Sasongko yang berhasil memenangkan lomba perancangan. Keempatnya merupakan mahasiswa teknik arsitektur. Perlombaan sendiri merupakan syarat wajib dari mata kuliah Perancangan Arsitektur V.
"Semua peserta mata kuliah wajib ikut lomba ini. Jadinya kira-kira sepuluh kelompok," ungkap Anggoro, angkatan 2000.

Walaupun begitu, lomba perancangan politeknik sipil terbuka bagi siapa saja. Termasuk mahasiswa di luar lingkungan ITS. Lomba perancangan diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil bekerja sama dengan JICA sebagai sponsor utama pembangunan.

"Lomba berlangsung semenjak September dan hasilnya diumumkan awal Januari," ungkap Endy Yudho. Banyak sekali proses pembelajaran yang dilakukan oleh kelompok mereka sebelum betul-betul menghasilkan rancangan akhir. Dana yang dibutuhkan pun tidak sedikit, namun semuanya tertutupi dengan hadiah utama, uang tunai Rp. 1,5 juta.

Setelah menerima spesifikasi umum dari Jurusan Teknik Sipil, penelitian pun dilakukan. Mulai dari meninjau lokasi, observasi, sampai melakukan studi banding ke politeknik sipil di Malang. "Lokasi politeknik diperkirakan berada di belakang politeknik perkapalan," tutur Endy.

Kemudian, setiap mahasiswa membuat rancangan sendiri. Lalu, dipilihlah yang terbaik dalam setiap kelompok. Setelah itu setiap kelompok masing-masing mengebangkan rancangannya dengan bantuan asisten studio perancangan. Asisten mereka sendiri adalah Prof.Dr.Ir. Mas Santosa,MSc., salah satu pakar perancangan bangunan. "Ini yang berat, karena beliau memiliki standar yang tinggi," kenang Anggoro.

Tahapan terakhir adalah presentasi. Setiap kelompok menampilkan rancangan mereka baik itu berupa visualisasi komputer maupun maket. Para penilai terdiri dari Jurusan Teknik Sipil, Program Studi D3 Teknik Sipil, dan perwakilan JICA. "Kami beruntung, karena konsep kami menekankan pada aspek ekologi dan penyatuan dengan kampus ITS," ungkap Anggoro. (ryo/bch)

Berita Terkait