ITS News

Senin, 03 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

Mahasiswa ITS Bentrok

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Kerusuhan terjadi di kampus ITS (Institut Teknologi 10 Nopember), kemarin. Ratusan mahasiswa dari dua jurusan terlibat saling lempar batu di lapangan teknik sipil. Beberapa di antaranya bahkan sudah saling baku hantam. Akibat peristiwa yang mencoreng dunia akademik itu, puluhan mahasiswa luka ringan, dan seorang mengalami luka parah di kepala.

Dua jurusan yang terlibat ontran-ontran itu adalah dari Diploma 3 (D3) Mesin dan mahasiswa S-1 Teknik Elektro. Padahal, kedua jurusan itu sama-sama di satu lingkup Fakultas Teknologi Industri (FTI).

quot;Aksi mereka itu benar-benar mencoreng nama baik almamater,quot; kata Pembantu Rektor IV ITS Ir Daniel Mohammad Rosyid PhD, dengan raut muka kecewa ketika ditemui Jawa Pos, beberapa saat setelah kejadian.

Buntut peristiwa itu, salah satu korban bernama Ahmad, harus dilarikan ke RS Haji Sukolilo. Mahasiswa dari jurusan elektro itu menderita luka bocor di kepalanya. Sehingga harus menerima beberapa jahitan di kepalanya. Sementara puluhan mahasiswa lainnya juga mengalami luka memar di kepala dan beberapa bagian tubuhnya. quot;Sebenarnya yang mengalami luka bocor di kepala bukan hanya Ahmad. Mereka langsung lari sembunyi, begitu polisi datang,quot; kata seorang mahasiswa ITS yang mengaku sempat memotret aksi teman-temannya itu.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos di tempat kejadian, bentrok di kampus PTN (perguruan tinggi negeri) ternama itu dipicu aksi penglurukan mahasiswa Elektro, sekitar pukul 09.00. Mereka berjalan kaki. Tak kurang 300 mahasiswa Elektro itu berjalan menuju ke kampus D3 Mesin yang hanya berjarak sekitar 500 meter.

Aksi pagi itu bukan sekadar ngluruk. Sebagian dari mahasiswa Elektro itu ternyata ada yang membawa bongkahan kayu. Selain itu, banyak juga yang mengenakan helm sebagai pelindung. Tak sampai ke kampus D3 Mesin, tepatnya di lapangan Teknik Sipil, ratusan mahasiswa Elektro itu berhenti. Menurut beberapa saksi mata, ketika di lapangan itu, sebagian mahasiswa elektro meneriakkan yel-yel.

Rupanya, yel-yel inilah yang dianggap menyinggung perasaan mahasiswa D3 Mesin. Mereka rupanya sudah siap menyambut aksi mahasiswa elektro itu. Tak lama kemudian, ratusan mahasiswa D3 Mesin menyusul ke lapangan. Mereka bahkan dibantu teman-temannya dari jurusan lain di antaranya dari jurusan Teknik Komputer, dan teknik industri.

Ketika ratusan mahasiswa yang dimotori dua jurusan itu semakin dekat berhadapan, mereka terlibat saling mengejek. Entah siapa yang memulai, ketika jarak dua kekuatan itu hanya 20 meteran, mereka saling melempar batu. Sejumlah mahasiswi yang menyaksikan adegan itu kontan berteriak histeris. Beberapa dosen pun yang sempat menyaksikan peristiwa itu, hanya bisa mengelus dada. quot;Wong sudah mahasiswa kok tingkahnya kayak anak SMU saja,quot; kata seorang dosen.

Beruntung, beberapa dosen pimpinan jurusan yang berperkara itu langsung mendatangi tempat kejadian. Aksi tak sampai terjadi lebih parah lagi, karena masing-masing pimpinan jurusan berhasil melerai mahasiswanya.

Tak lama kemudian, dua peleton Brimob Nginden, juga sejumlah petugas dari Polresta Surabaya Timur dan Polsekta Sukolilo, meluncur ke TKP dan langsung membubarkan kerumunan mahasiswa itu.

Menurut Khusaini, juru bicara mahasiswa Elektro, teman-temannya sebenarnya tak berniat memicu konflik. Kalau pun saat itu ngluruk, tujuannya untuk menekan mahasiswa D3 Mesin agar bersedia minta maaf secara terbuka. Pasalnya, pada Sabtu lalu, panitia opspek di D3 Mesin dianggap melecehkan jurusan elektro dalam mengkader mahasiswa barunya.

quot;Kami dikatakan Elektro Jancok. Kalau sudah begitu kan berarti menghina almamater. Maka, wajar bila teman-teman tidak terima,quot; jelasnya kepada Jawa Pos saat ditemui di sekretariat jurusannya, kemarin.

Sebenarnya, lanjut Khusaini, pihaknya cuma menuntut agar mahasiswa Mesin meminta maaf atas kejadian pelecehan itu. Yakni, dengan mempublikasikan di atas kertas secara terbuka di semua kampus dan jurusan di ITS. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan (Selasa lalu), permintaan itu ternyata tak digubris.

Di bagian lain, Wakil Ketua Hima D3 Mesin Imron Bagus mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah meminta maaf. Hanya, kata dia, permintaan itu memang baru melalui lesan dan pihaknya menganggap permasalahan selesai. quot;Tiba-tiba, kami kok diserang. Ya, sudah kami pun menjemputnya. Kami tidak tahu sebelumnya kalau ada penyerangan. Untungnya, teman-teman jurusan lain spontan membantu,quot; jelasnya. (hud/ssk)

Berita Terkait