ITS News

Selasa, 09 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Loyalitas, Harus Berani Tolak Dominasi

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

JMMI ITS kembali mengadakan Program Studi Islam II (PSI II) selama tiga hari hingga Minggu (13/2) kemarin. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari PSI I. Peserta PSI II ini dikhususkan bagi angkatan 2002 dan 2003. Karena terbatas hanya untuk 60 peserta, setiap mahasiswa yang ingin mengikuti PSI II ini harus melewati screening terlebih dulu.

PSI II bertema Membentuk Generasi Robbani sebagai Motor Dakwah demi Kejayaan Umat ini ditempatkan di Gedung BKKBN Surabaya. Para peserta yang sebagian besar merupakan kader JMMI banyak dibekali materi tentang managemen dakwah.

Ustadz Ahmad Arqom, salah satu pembicara, membawakan materi kesetiaaan (loyalitas) kepada Allah (Al Wara’Wal Bara’ ). Beliau menceritakan perjalanan Nabi Muhammad Saw dalam berdakwah. Keberhasilan dakwah Rasulullah dibuktikan dengan penyebaran Islam yang kian meluas dengan cepat hanya dalam beberapa tahun saja. "Padahal Beliau belum pernah sama sekali menginjakkan kakinya di sana," jelas Arqom.

Direktur TRUSTCO ini kemudian memberikan pengertian loyalitas kepada Sang Pencipta. Seseorang dikatakan setia jika ia hidup tanpa didominasi oleh empat hal. "Mereka harus siap-siap menolak dominasi hawa nafsu, tradisi, tokoh atau ulama’, dan jin," ungkap Arqom. Dia merasa hanya Allah-lah yang berhak mengaturnya sehingga segala makhluk ciptaan-Nya tidak patut dimuliakan.

Ahmad Arqom lalu memberikan tips kepada peserta agar selalu ingat pada Sang Penguasa Alam. Pertama, memahami keutamaan mengingat Allah. "Ini merupakan gizi spiritual kita," ujarnya lagi. Dengan mengingat-Nya hati akan tenang. Kedua, jaga kualitas dan kuantitas dzikir. Ketiga, sikap dasar kita ketika berdzikir. "Kita ini lemah saat memuji kebesaran-Nya," kata Arqom memberi komentar. Seringkali kita bersyukur hanya jika mendapat rizki, selebihnya jarang sekali.

Arqom lalu berpesan, "Bila ingin berjuang, usahalah dengan sekuat tenaga dan buat orang kagum denga perilaku anda". Jika orang sudah menghargai anda, ia akan dengan mudah mempercayai segala yang anda bicarakan.(th@/rin)

Berita Terkait