ITS News

Minggu, 26 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Lokakarya persiapan memasuki dunia kerja SAC-ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sebagai usaha untuk membantu lulusan ITS agar tidak hanya cepat memperoleh pekerjaan tapi juga mendapat pekerjaan yang cocok bagi mereka maka Student Advisory Center (SAC)-ITS mengadakan Lokakarya Persiapan Memasuki Dunia Kerja, Sabtu, 25 Januari 2002. Lokakarya yang diselenggarakan di gedung SAC-ITS lt 2 tersebut menghadirkan Staf Ahli Training & Recruitmen SAC-ITS, Ir. Vincentius Rumawas, S.Psi sebagai pembicara.

Menurut Vincentius, langkah awal sebelum memulai proses melamar pekerjaan adalah mencari informasi lowongan kerja sebanyak mungkin yang dapat diperoleh melalui antara lain surat kabar, majalah, radio, ikatan alumni, dan di ITS sendiri dapat diperoleh di SAC. Kemudian pelamar harus mempelajari, dan menyeleksi iklan tersebut lalu memilih yang paling tepat yang kualifikasinya sesuai dengan dirinya. "Kalau sesuai baru dikirim, jangan sampai pelamar mengirim surat lamaran hanya untuk masuk tong sampah, itu adalah hal yang sia-sia, hanya buang waktu dan tenaga," kata Vincent.

Pelamar harus berhati-hati terhadap iklan yang tidak jelas, maksudnya dalam iklan harus tercantum dengan jelas nama perusahaan, bidang geraknya, lokasi dan sejumlah informasi penting yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara pelamar dan perusahaan." Profesionalisme sebuah perusaan dapat dilihat dari iklannya, semakin jelas dan terbuka iklan tersebut, maka semakin tinggi kualitas kerja perusahaan," jelas Vincentius.

Setelah mendapat iklan yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah membuat surat lamaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran yang baik antara lain adalah memperhatikan persyaratan yang disampaikan dalam iklan lowongan terutama yang berkaitan dengan batas waktu pengiriman, lampiran yang harus disertakan, penulisan harus rapih dan bersih, singkat, jelas, tidak bertele-tele, penulisan CV sampai pada penggunaan kertas dan amplop.

Lokakarya tersebut dimanfaatkan oleh alumni untuk mengajukan pertanyaan sebanyak mungkin mengenai proses memasuki dunia kerja mulai dari tips dalam mengikuti seleksi, sampai pada tawar-menawar gaji. Seorang peserta menanyakan bagaimana sikap yang tepat pada saat menghadapi pewawancara. "Apa yang harus saya lakukan supaya wawancara saya sukses Pak, apa penggunaan bahasa yang diplomatis perlu digunakan?" tanyanya. Menjawab pertanyaan ini Vincentius menganjurkan agar pelamar bersikap santai, wajar, terbuka, dan apa adanya pada saat menjawab pertanyaan. "Hindari sikap berlebihan dan yang paling penting jangan pernah berbohong, karena itu akan merugikan bagi si pelamar sendiri."

Ada juga pertanyaan mengenai persaingan antara mahasiswa ITB dan ITS. "Biasanya perusahaan lebih memilih untuk merekrut mahasiswa ITB, lalu dimana kesempatan mahasiswa ITS," tanya seorang peserta. Untuk pertanyaan ini Vincentius sangat menyayangkan sikap mahasiswa ITS yang minder dalam menghadapi persaingan. "Memang dari dulu kelemahan alumni ITS adalah kurang percaya diri, kurang inisiatif, penyesuaian diri lambat, dan belum siap go internasional."

Menurut dosen yang berambisi untuk menjadi Rektor ITS ini, kelemahan tersebut dapat diberantas dengan memberikan motivasi yang tepat dan kontinue kepada mahasiswa. Dosen yang mengajar harus dapat memotivasi mahasiswanya untuk lebih percaya pada kemampuan dirinya dan agar memiliki kemauan untuk menjadi yang terbaik, juga dosen harus dapat mendidik sikap profesional, dengan begitu lulusan yang dihasilkan ITS akan lebih berkualitas dalam kemampuan akademis dan mental.

Untuk masalah persaingan dengan perguruan tinggi lain Vincentius mengatakan bahwa mahasiswa ITS tidak perlu khawatir. "Sekarang perusahaan mulai enggan untuk merekrut lulusan ITB karena mereka memiliki "harga" yang tinggi, biasanya juga lulusan ITB masuk ke perusahaan yang memiliki basis alumni ITB yang kuat," jelasnya. Jadi, lulusan ITS tidak perlu takut terdepak dari persaingan. (Alin/li)

Berita Terkait