ITS News

Rabu, 29 Mei 2024
15 Maret 2005, 12:03

LOKAKARYA LKMM BEM ITS DATANGKAN TOKOH DARI DIRJEN DIKTI

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

BEM ITS mengadakan Lokakarya Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM), bertempat di Ruang Sidang Perpustakaan ITS, Selasa (30/11). Hadir pembicara dari Dirjen Dikti, RB Matindas, didampingi Ir. Budi Utomo KW dari SAC ITS. Sedang peserta dari departemen PSDM tiap Himpunan Mahasiswa (HMJ), dan Forkom Pemandu ITS.

Dalam acara tesebut, Matindas menjelaskan tentang LKMM, fungsi dan pelaksanaannya, terutama LKMM Tingkat Dasar (TD). "Untuk manajemen diri, misalnya kita memiliki uang 1 milyar, alokasi yang kita lakukan menggambarkan seberapa besar keinginan kita akan hal tersebut," jelasnya.

Matindas kemudian menyinggung LKMM Pra-TD di ITS yang isinya adalah manajemen diri, merupakan ide murni dari ITS. "LKMM Pra-TD dengan konsep AKU (Ambisi, Kenyataan, Usaha), idenya dari ITS, dan telah disetujui secara nasional. Ia pun kemudian menambahkan, "Hanya ITS yang sudah menerapkan konsep ini," tegas dosen Psikologi UI itu.

Kemudian, pria kelahiran Palembang itu menjelaskan, konsep LKMM yang ada di UI hampir sama dengan LKMM Pra-TD. Demikian juga soal objektivitas LKMM. Selain itu dia menjelaskan sedikit tentang manajemen publik, bagaimana anggapan tentang lingkungan kampus. "Dalam benak orang-orang, sampai saat ini mahasiswa dan dosen masih dianggap yang paling bersih dibandingkan komponen masyarakat yang lain" jelasnya.

Peserta yang memenuhi ruang terlihat sangat bersemangat dan antusias. Berbagai pertanyaan seputar pelatihan dilontarkan kepada Matindas, dan dijawab dengan lengkap dan mudah dimengerti. Sayangnya, Matindas tidak lama di ITS, sebab dia harus segera kembali ke Jakarta.

Usai ishoma, lokakarya dilanjutkan dengan pembicara Ir. Budi Utomo Kukuh Widodo. Dalam ceramahnya, pria yang biasa dikenal dengan sebutan Pak Item itu menjelaskan perbedaan antara konsep LKMM lama dengan LKMM baru. "Konsep awal dan isi LKMM Baru tidak jauh berbeda dengan yang lama, tapi perbedaan yang paling mencolok adalah adanya Kegiatan Pasca Pelatihan (KPP)," jelas dosen jurusan Teknik Mesin ITS itu.

Selanjutnya, Pak Item juga membicarakan tentang pelaksanaan LKMM Tingkat Menengah (TM) dan Tingkat Lanjut (TL). "LKMM-TM yang selama ini dilaksanakan di tingkat institut, kemungkinan bisa diganti dengan tingkat fakultas. Tapi untuk fakultas yang kecil seperti FTK bisa bergabung dengan FMIPA atau yang lainnya," paparnya.

Diskusi pun masih tetap gayeng hingga saat moderator menghentikan acara. Lokakarya itu pun berakhir tepat menjelang sholat Ashar. (m4/tov)

Berita Terkait