ITS News

Sabtu, 13 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

LCEN IX ; INOVATIF TAPI SEPI PENGUNJUNG

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak acara Lomba Cipta Elektronik Nasional (LCEN) yang jatuh Senin (17/5) kemarin sepi pengunjung. Meski begitu, tercatat peningkatan kualitas dari hasil karya yang dilombakan, juga mendapat publikasi luas dari berbagai media cetak dan elektronik di tanah air.

Lomba yang digelar sejak awal Desember 2003 lalu ini, berhasil menjaring 34 finalis untuk tiga kategori perlombaan. Yaitu bidang telekomunikasi informatika (telematika) dan bidang teknik biomedika dengan peserta mahasiswa serta bidang elektonika dasar yang khusus ditujukan bagi siswa SMU.

Sebelum mencapai tahap penjurian akhir, peserta terlebih dulu melewati tahap penjurian awal dan dan tahap perealisasian karya. Apabila lolos di masing-masing babak tersebut, peserta akan diundang datang ke Surabaya untuk mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri.

Dalam tahap akhir ini ditemui dua orang peserta yang mampu meloloskan semua karyanya. Keduanya adalah siswa SMU Kr. Petra 2. Mereka adalah Satria Arief Budi dan Albert H. Keduanya sempat berkolaborasi dalam karya berjudul ‘Accupunctur Dots Diagram Detector Based On Atmel AT 89C52 Microcontroller’, yang kemudian keluar sebagai juara pertama kategori elektronika dasar.

Adapun dalam kesempatan ini mahasiswa jurusan Elektro ITS berhasil meloloskan satu pasang peserta atas nama Ratna Fitriyani dan Khotimatul Fauziah pada kategori biomedika. Siapapun yang sempat mengikuti sesi presentasi mereka pasti tidak akan menyangka kejutan manis yang diraih dua srikandi ITS ini. Mereka pun meraih juara kedua pada bidang biomedika.

Dibanding peserta lain yang tampil mantap, mereka sempat kelabakan menghadapi dewan juri dalam mempresentasikan karyanya. Pasalnya disket mereka sempat tertinggal di tempat indekost. Alhasil, waktu presentasi mereka terpotong. Hebatnya meski dalam posisi tak menguntungkan, duo ini tetap tenang dan percaya diri dalam menghadapi serbuan pertanyaan dewan juri.

Menurut Fauziah, dirinya sama sekali tidak memikirkan hasil yang bakal dicapai. "Yang penting ide kami diakui. Soalnya kami masih awam dalam hal merakit. Untung banyak teman dan senior yang berbaik hati membantu," tuturnya saat ditemui ITS Online seusai presentasi.

Saat disinggung mengenai sepinya jumlah peserta maupun pengunjung yang datang, Rian Dhanisaputra, ketua panitia LCEN menjelaskan, hal ini diimbangi dengan peningkatan kualitas karya peserta yang semakin aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

"Panitia juga berusaha membuat terobosan baru supaya tidak jenuh. Kami mengadakan seminar ‘Wireless Technology’ dengan menggandeng Indosat," paparnya menjelaskan perbedaan LCEN kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Rian mengakui kalau upaya publikasi yang mereka lakukan sudah maksimal.
Sekedar untuk diketahui dalam sebulan ini ITS menggelar tiga kegiatan tingkat nasional. Pertama, PIMITS pada akhir April yang kemudian dilanjutkan Mechanical Competition, dan terakhir LCEN. Mengingat dekatnya ketiga kegiatan akbar tersebut, bisa jadi LCEN menuai sepi, karena masyarakat yang jenuh. (elg/ryo)

Hasil lengkap dari para pemenang LCEN IX :

a)Bidang Telekomunikasi Informatika
Juara I Ingga Wardhana & Dwi S. Prasetyawan (Teknik Elektro UGM)
Dengan judul : Sistem Alarm Kendaraan & Rumah Berbasis Short Message Service(SMS)

b)Bidang Biomedika
Juara I Iryani Cahyaningtyas & Lia Muspikawati (Teknik Elektro Unibraw)
Dengan judul : Alat Pengatur Kelembaban & Suhu Ideal Bagi Penderita Asma

c)Bidang Elektronik Dasar
Juara I Albert H. & Satria Arief Budi (SMU Kr. Petra 2 Surabaya)
Dengan judul : Accupunctur Dots Diagram Detector Based On Atmel AT 89C52 Microcontroller

Berita Terkait