ITS News

Minggu, 27 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

Laporan Rektor : ITS jadi perekat bangsa

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Rektor yang juga menjabat sebagai Ketua Senat ITS melaporkan hasil-hasil yang telah dicapai selama setahun pelaksanaan tugas yang diberikan Senat, dengan melihat perkembangan selama lima tahun terakhir serta pandangan ke masa datang.

Di awal laporannya, beliau mengemukakan kendala-kendala dalam mencapai visi dan misi ITS dengan memperhatikan aspek-aspek multi dimensi, yaitu mutu, efisiensi, keselamatan, standarisasi, Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), pelestarian lingkungan hidup, HAM, keterbukaan, pemerataan, dan demokrasi – yang tersusun dalam "Kebijakan, Strategi, dan Garis Besar Program Kerja ITS 1999- 2003".

Menurut Rektor, memasuki milenium ke 3 era global, era perdagangan bebas akan menumbuhkan pemahaman bahwa pemerintahan yang sentralistik sudah tidak lagi menjadi pilihan menarik. Untuk itu, ITS telah menyiapkan diri sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum Milik Negara yang mandiri baik secara akademik, finansial dan manajemen dalam meningkatkan kualitas dan relevansi penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, didukung dengan efisiensi dan akuntabilitas.

Untuk menunjang kemandirian itu, ITS harus memanfaatkan seluruh sumber daya dan jaringan kerjasama – yang sudah ada dan yang relevan untuk diupayakan- sehingga mampu bersaing serta dapat bertahan dan berkembang menjadi yang terbaik. Selanjutnya, ITS ke depan juga selalu berupaya menjadi perekat bangsa serta membantu mengatasi masalah kemiskinan dan keterbelakangan dengan cara membantu pengembangan SDM dan pembangunan, khususnya di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

Agenda rapat dimulai pukul 09.00 WIBB, setelah Upacara Peringatan Hari Pahlawan di lapangan ITS, dimana Rektor juga bertindak sebagai inspektur upacara.

Seusai Laporan Rektor juga digelar Orasi Ilmiah bertema " Evolusi Geokimia Politerpen dan Peranannya dalam Eksplorasi Kekayaan Alam di Laut dan di Darat" oleh Dr.R.Y. Perry Burhan.

Peraih Docteur Universite Louis Pasteur Perancis tahun 1996 ini memaparkan kekhasan senyawa-senyawa biomarka yang ada bersama bahan organik dalam perut bumi, baik di darat maupun di laut. Kekhasan biomarka dari minyak mentah yang tumpah dan ditinggalkan kapal pengangkutnya di tengah lautan akan dapat membantu identifikasi kapal yang bocor tersebut. Di samping itu, distribusi senyawa biomarka bisa memberikan informasi pendamping dalam rencana eksplorasi kekayaan alam minyak dan gas bumi.

"Kekuatan/ kemampuan ITS saat ini berpeluang untuk memberikan konstribusi terhadap eksplorasi kekayaan alam di kawasan Indonesia bagian timur. Tinggal lagi bagaimana ITS menyusun kekuatan dan memanfaatkan peluang menjadi lembaga unggulan di kawasan timur ini," jelas Ketua Jurusan Kimia FMIPA ITS yang tetap aktif mengajar sejak 1987 ini.

Diakhir orasinya beliau mengutip pepatah Perancis "le vin est tire, il faut le boire". Sepakat?? . (ct/li)

Berita Terkait