ITS News

Selasa, 05 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Langkah ITS Menuju PT. BHMN

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Isu paling santer 2003 mengenai perguruan tinggi adalah berubahnya beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi PT. BHMN. Tak terkecuali ITS. Perubahan ITS menjadi PT. BHMN menjadi amanat dari rapat senat yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Hal itu ditegaskan oleh M. Nuh, Rektor ITS pada Rapat terbuka Senat ITS dalam rangka Dies Natalis ke-43 di Graha sepuluh Nopember, kemarin (10/11). " ….. menghantarkan ITS menjadi PT. BHMN seperti amanat senat, " tegas mantan Direktur PENS ini.

Kenaikan biaya pendidikan (SPP), menjadi sorotan utama bila perubahan itu benar terjadi. M. Nuh mengungkapkan, SPP dari seluruh mahasiswa ITS hanya memberikan kontribusi lima persen. Jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan biaya ideal yang diharapkan dan dikeluarkan dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan sehari-hari. Karenanya, kenaikan SPP akan menjadi pertimbangan tersendiri bila ITS benar berubah menjadi PT. BHMN.

Selain biaya pendidikan yang semakin mahal, perubahan PTN menjadi PT. BHMN memberikan pengaruh positif bagi PTN itu sendiri. PTN akan lebih mempunyai otoritas dalam mengelola fungsi-fungsi akademik dan finansial. "Meski masih ada sedikit pengaturan dari undang-undang, " jelas Nuh. Dan dalam langkah selanjutnya, otonomi akan menjadi tombak keberdayaan perguruan tinggi. " Tentu, bila otonomi itu dilaksanakan melalui penguatan, pemberdayaan dan pola pikir sinergis, " tambah rektor yang menambah jam buka kantornya hingga malam khusus bagi mahasiswa ini.

Kendala yang dihadapi bila ITS benar menjadi PT. BHMN adalah terpenuhinya sisa biaya ideal yang harus ada setelah dikurangi biaya SPP. Menurut Nuh, ada empat cara memenuhi kekurangan biaya itu. Yang pertama dengan menaikkan kontribusi mahasiswa. "Ini adalah pilihan terberat," ujar Nuh. Karena itu, sebisa mungkin, cara ini akan dihindari. Namun, jika terpaksa harus dilaksanakan, akan dicari modus dan skema yang lebih adil.

Cara yang kedua melalui pengelolaan sumber daya lama dan manusia yang ada di ITS secara kreatif dan inovatif. "Sehingga akan terjadi ke-efisienan dan efektifitas yang berimbas pada penghematan biaya," tegas Nuh. Ketiga, dengan mendorong pemerintah, baik kabupaten, propinsi maupun nasinal agar lebih komitmen. "Utamanya, komitmennya pada masyarakat dalam pendidikan,". Hal itu, menurut Nuh, sesuai dengan apa yang terdapat dala UUD’45. "Dan itu meruoakan pilihan politik yang cerdas dan jauh ke depan," ungkap Nuh. Dan yang terakhir, dengan menjalin kerjasama dengan pihak lain. Misalnya kerjasama ilmiah, hibah dan lain sebagainya. Dan langkah-langkah tersebut, diharapkan mampu menghantarkan ITS menuju ke PT. BHMN.
(rin/Lin)

Berita Terkait