ITS News

Minggu, 05 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Kronologis Kejadian Tawuran (Tulisan 2)

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Perundingan yang dilangsungkan di ruang sidang Fakultas Teknik Industri pukul 12.00 BBWI. Diikuti oleh kedua belah pihak, Presiden BEM sebagai mediator, dan beberapa petinggi ITS. Dalam perundingan tersebut dihasilkan bahwa perlunya suatu perjanjian diantara kedua belah pihak yang bersengketa untuk menghentikan bentrok fisik. Ini terwujud dalam suatu komunike bersama.

Karena kejadian tersebut, kegiatan pengkaderan di lingkungan kampus ITS, sempat was-was akan dibubarkan, meskipun sebelumnya sudah ada surat keputusan dari rektor. Untuk itulah pada hari Kamis pagi (4/10/2001), saya mengundang seluruh Ketua himpunan mahasiswa jurusan di seluruh ITS. Pertemuan ini dihadiri oleh 24 ketua himpunan.

Pada kesempatan ini, kami berhasil merumuskan tiga kesepakatan, yaitu; 1) Mahasiswa akan menyelesaikan permasalahan tersebut secara internal, 2) Mahasiswa membuat langkah-langkah positif untuk mengembalikan citra ITS secara bersama, 3) Memberikan sanksi kepada pihak terkait.

Ketiga kesepakatan ini kemudian saya laporkan kepada PR III, Ir. Soemartojo, agar dibicarakan dalam rapat pimpinan yang juga diadakan pada hari itu. Dan benar hasil dari rapat pimpinan itu sesuai dengan tiga kesepakatan itu. Dan ditambah dengan satu point, adanya 'gencatan senjata' antara kedua belah pihak.

Bagaimana untuk merealisasikan point kedua? Kami membuat kegiatan untuk seluruh mahasiswa baru dari berbagai jurusan dengan melakukan kegiatan bersama, antara lain; penghijauan, kegiatan sosial, dan beberapa kegiatan yang lainnya. Di samping itu, kegiatan ini ditujukan untuk mempertebal wawasan integralistik ITS.

Meski kejadian itu, sudah dilakukan kesepakatan antara kedua belah pihak dan kegiatan bersama dari beberapa jurusan. Namun, bukan berarti permasalahan itu sudah usai begitu saja. BEM beserta SMITS akan terus menuntaskan masalah tersebut. Terutama mengenai sanksi yang akan diberikan. Dalam hal ini saya merasa kecewa dengan SMITS yang lamban dalam menangani masalah ini. Seharusnya SMITS berperan aktif sebagai mediator antara kedua belah pihak. Sebab SMITS adalah representasi seluruh keluarga besar mahasiswa ITS. Bahkan SMITS berwenang untuk menjatuhkan sanksi pada himpunan mahasiswa jurusan yang terbukti mengawali terjadinya tawuran. Sanksinya bisa berupa peringatan, atau bahkan melarang mereka dalam berpartisipasi setiap kegiatan yang diadakan oleh BEM. Atau kemungkinan juga tidak ada sanksi apa-apa. Tergantung dari data-data dan temuan yang berhasil dikumpulkan di lapangan (rom/rif) (bersambung)

Berita Terkait