ITS News

Selasa, 05 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Krakatau Usung Budaya Indonesia

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

"Seburuk apapun, sejelek apapun, kita harus mencintai tanah air Indonesia". Serangkai kata bijak disampaikan oleh Tri Utami, vokalis kelompok Krakatau Band pada acara konser musik kerjasama PT.Philips Ralin Electronic dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kelompok yang juga beranggotakan Dwiki Dharmawan serta Gilang Ramadhan ini selalu memasukkan nuansa etnik Indonesia dalam setiap lagu gubahannya ini memang diundang oleh PT.Philips Ralin Electronic untuk memeriahkan acara konser musik dalam rangka memperingati tiga tahun kerjasamanya dengan ITS.

Sekitar dua belas lagu dibawakan, mengajak pendengar melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia,antara lain Padang, Sunda, Jatim, Bali, dan Sulawesi Selatan. Meskipun hujan turun hampir sepanjang hari, namun irama riang yang dibawakan Krakatau Band menghentak di gedung graha ITS, memberikan semangat kepada 800 penonton yang memadati gedung termegah di ITS ini.

Pada awal berdirinya tahun 1985, kelompok yang dimotori tiga musisi besar Indonesia ini lebih menampilkan warna pop dan jazz dengan sentuhan etnik dalam musiknya. Kecintaan dan kepedulian pada Indonesia-lah yang membuat mereka mengubah konsep dengan lebih banyak memasukkan musik daerah Indonesia dalam lagunya. " Musik Indonesia-lah yang kami bawa dan kami gaungkan ke penjuru dunia," kata Tri Utami sang vokalis.

Konsep musik yang dibawakan memang bertema "world music with Indonesian traditional music touch. "Karena itu kami memboyong Krakatau band untuk acara ini," jelas Warinda, selaku pembawa acara konser yang juga dihadiri oleh Mr Gordon John Stevenson, senior manager Philips Surabaya.

PT. Philips Ralin Electronic sebelumnya memang pernah melakukan kerjasama dengan Krakatau Band. Bahkan sebelum tampil di ITS, paginya Krakatau band sempat menghibur karyawan PT. Philips Surabaya. "Kami memang menyediakan waktu khusus selama dua jam untuk memberikan sedikit istirahat bagi karyawan," terang Warinda. Menurutnya walaupun PT. Philips sempat off selama dua jam tapi tidak sampai mengganggu kelancaran produksi. "Semua itu sudah kami perhitungkan," tambahnya dengan yakin.

Penampilan pembuka oleh mahasiswa ITS yang merupakan kolaborasi antara PSM, UK Musik, dan UK karawitan pun tidak kalah menariknya. Sesuai dengan konsep acara, mereka menampilkan sebuah komposisi indah paduan nuansa musik jawa, rock , orchestra lengkap dengan dentingan gamelan. Sayangnya suara dari PSM tidak terdengar dengan jelas, tenggelam oleh suara musik dan memang rancangan akustik gedung Graha ITS tidak cocok untuk pertunjukan musik, sehingga bila tidak ditunjang oleh sound sistem yang baik alunan musikpun tidak dapat dinikmati. Agak mengecewakan memang, terutama bagi fans PSM, tapi dari pada tenggelam dalam kekecewaan, bukankah lebih baik memperbaiki kekurangan.(lin/tov/har)

Berita Terkait