ITS News

Jumat, 19 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Komunikasi Menentukan Kualitas Hidup

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Departemen Hubungan Luar dan Pengabdian Masyarakat BEM FTI (HLPM BEM-FTI) kemarin sabtu (15/5) mengadakan pelatihan komunikasi di gedung SAC lantai dua, ITS. Pelatihan kali ini bertema "Change The World and Improve Your Self by Communicating".

Pelatihan yang berlangsung dari pagi sampai sore ini menyajikan berbagai macam materi pelatihan seperti dasar-dasar komunikasi, percakapan massal, teknik presentasi teknik negosiasi serta tips&trick dalam berkomunikasi. Untuk pembawa presentasi materi dipercayakan kepada tiga orang pembicara yang cukup kompeten. Dan diikuti oleh tak kurang dari 36 peserta.

Mengenai tujuan dari pelatihan ini, Lubib sebagai ketua panitia mengatakan acara ini bertujuan memberikan pendidikan kepada mahasiswa ITS pada khususnya di bidang komunikasi.

"Acara ini bertujuan memberikan pendidikan kepada mahasiswa untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Mengingat komunikasi itu sangat penting," terang mahasiswa teknik elektro ITS angkatan 2001 itu.

Selain itu Lubib juga mengatakan bahwa kenyataan yang ada saat ini, ITS masih kalah bersaing dengan Perguruan Tinggi (PT) lain yang berkompeten. "Kalah bersaingnya ITS dengan PT lain juga disebabkan kakunya komunikasi orang yang bergelut di bidang teknik," ujar Lubib.

Mengingat pentingnya diadakan pelatihan komunikasi ini, Wiratno, Pembantu Dekan III FTI, di awal pembukaan acara menyatakan sangat mendukung adanya pelatihan komunikasi. Bahkan beliau mengatakan tentang rencana diadakannya mata kuliah teknik negosiasi di ITS.

Dalam materi pertama yaitu dasar-dasar komunikasi dan percakapan massal disampaikan oleh Totok Djuroto. Dalam presentasinya pembicara yang berstatus sebagai dosen, pengamat komunikasi dan juga wartawan senior ini mengatakan bahwa untuk sukses kita harus memperbaiki diri dan menerapkan dengan baik kemampuan komunikasi kita.

"up grade diri dan jual kemampuan komunikasi jika kita ingin jadi orang yang maju. Dengan kata lain komunikasi menentukan kualitas hidup," ungkap pria yang biasa dipanggil pak Totok ini. Dalam materinya, pak Totok juga menyampaikan tips untuk bisa berkomunikasi dengan semua lapisan masyarakat.

Sedangkan pada materi kedua yaitu tips presentasi disampaikan oleh bapak Sulistyanto Soejoso. Berbeda dengan pembicara sebelumnya, pada awal presentasinya pak Sulis menggambarkan pentingnya komunikasi dengan keadaan negara Indonesia. "Kondisi Indonesia semakin parah, itu tak lain akibat rendahnya kemampuan komunikasi para petinggi-petinggi kita. Begitu juga kerusuhan yang sering terjadi, juga akibat lemahnya komunikasi masyarakat kita," kata trainer dan pendiri Phi-Beta itu mantap.

Kemudian pada materi ketiga, teknik negosiasi. Para peserta berhasil dibangkitkan kembali semangatnya untuk mengikuti pelatihan sampai selesai oleh Ahmad Azhar, sekjen Forkom Koperasi mahasiswa Indonesia .

Dalam kesempatan ini, ia membuat suatu test yang melibatkan semua peserta pelatihan. Test itu sangat atraktif dan unik. Hal tersebut dapat terlihat dari wajah peserta yang sangat antusias dengan test pelatihan yang diberikan Azhar.(asa/rom)

Berita Terkait