ITS News

Jumat, 27 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

KISRUH PEMIRA DISTRIK GEODESI ( I )

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Pemungutan suara calon anggota Legislatif Mahasiswa (LM) dan bakal Presiden BEM mulai digelar hari ini (12/11). Pemungutan suara itu dilaksanakan di semua distrik yang ada di ITS. Pengaduan pertama tentang pelaksanaan pemungutan suara diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU), dari warga Himpunan Mahasiswa Geodesi (Himage) ITS.

Himage yang diwakili empat orang warganya ini, Dimas, Budi, Eq dan Rini, mengajukan keberatan tentang syarat pemilih pada pemira kali ini kepada KPU. Hal yang disoroti adalah dimasukkannya mahasiswa 2003 sebagai pemilih tetap di distrik Geodesi. "Padahal mereka belum menjadi warga Himage," jelas Dimas yang ditunjuk sebagai juru bicara kali ini. Menurutnya, warga Himage adalah mahasiswa Geodesi yang telah lolos proses pengkaderan dan pelatihan di jurusan Geodesi. "Dan mereka (maba 03-red) belum melalui proses tersebut," tambah cowok yang juga aktif sebagai koordinator KAMI ini.

Dimas juga menanyakan pelaksanaan pemira. Apakah pemira dilakukan dalam konteks ormawa atau institut. Menurutnya, jika dilaksanakan secara ormawa, berarti pemilih harus menjadi warga dari himpunannya. "Dan penetapan maba 03 Geodesi sebagai pemilih dianggap tidak sah," terang Kadep Humas Himage ini. Di sisi lain, jika pemira dilaksanakan secara institut, berarti berlaku juga untuk pihak dosen, rektorat, dan seluruh elemen di ITS.

Menanggapi keluhan tersebut, Idhar, anggota KPU menyatakan maba 03 Geodesi tetap mempunyai hak pilih pada pemira kali ini. "Ini berdasarkan UU yang telah disusun oleh LM," jelasnya. Ia menambahkan, syarat utama pemilih pada pemira ini adalah anggota keluarga mahasiswa (KM) ITS. "Dan KM ini adalah semua mahasiswa yang terdaftar dalam administrasi ITS," terang cowok manis ini. Jadi, pemilih tidak terkait dengan ormawa yang ada di jurusannya.

Keterangan Idhar ini diperkuat oleh Puji, anggota LM yang ikut menyusun UU pemira. "Syarat-syarat pemilih ini kami ambil dari hasil mubes III ITS," terang mahasiswa T. Kimia ini. Dan pada hasil Mubes III itu, KM dijelaskan sebagai mahasiswa yang telah diterima di ITS secara administratif, baik S1, D3 ataupun Politeknik, baik reguler maupun ekstensi.

Karena perbedaan pandangan itulah, hingga sekarang belum ada kesepakatan antara warga Himage dengan KPU. Sebagai langkah lanjut, warga Himage sepakat menunda penghitungan suara pada hari pertama pemungutan suara ini. (bersambung) (rin/Lin)

Berita Terkait