ITS News

Rabu, 06 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Kesadaran Kurang, Perlu Pendampingan

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Hal tersebut terungkap pada Lokakarya Gerakan Bersih Pantai Dan Laut, Rabu (17/9) di RM Taman Sari, Jl Taman Apsari Surabaya. Ide dari kegiatan yang lebih populer dengan Beach Clean Up (BCU) ini muncul dari keluhan parahnya kerusakan yang terjadi di kawasan pesisir Surabaya. Kerusakan ini tentu saja menimbulkan efek–efek negatif.

Menurut Ir Mukhtasor, MEng,Ph.D, Program Officer KKB Jawa Timur, factor kerusakan lingkungan adalah salah satu dari segitiga kemiskinan selain faktor masyarakat dan alih teknologi. "Jadi untuk langkah awal ini kita coba benahi dulu faktor lingkungan. Setelah itu baru hal lainnya," ujar Dosen Teknik Kelautan ini. Rehabilitasi lingkungan ini, lanjut Mukhtasor, merupakan program KKB Jatim untuk tahun 2003 dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan daerah.

"Malah sekarang sepertinya pemkot mengambil alih fungsi koordinasinya. Ini menunjukkkan bahwa sudah ada kesungguhan niat dari pemkot," lanjut doktor lulusan Kanada ini. Sehingga fungsi KKB disini hanya sebagai pendamping. Lebih lanjut Mukhtasor menjelaskan tanggapan dari masyarakat sangat baik. Dari peserta BCU yang ditargetkan cuma tiga ribu orang kemarin (Rabu (17/9), Red) sudah terdaftar tiga ribu lebih dan dari berbagai kalangan baik instansi pemerintah maupun swasta.

Lantas, bagaimana menjaga kebersihan pantai pasca BCU 21 September? " Untuk itulah kita mengadakan lokakarya ini. Disini dibahas mengenai pelembagaan gerakan bersih pantai ini," paparnya. Mungkin, lanjut Mukhtasor, nantinya akan ada semacam lembaga pendamping yang membawahi dan mengawasi gerakan ini. Badan ini sangat perlu dibentuk mengingat masih rendahnya kesadaran dari masyarakat untuk menjaga lingkungannya.

Hal serupa juga dikemukakan oleh Drs. Kusnadi, salah satu pembicara dari Unesa. Menurutnya kelembagaan sosial untuk memantau program BCU sangat perlu disamping karena kesadaran lingkungan yang masih rendah juga karena budaya masyarakat pesisir. "Sehingga lembaga yang terbentuk nantinya berbasiskan masyarakat dan budaya setempat," tutur Kusnadi.

Beach Clean Up yang dilaksanakan pada tanggal 21 September ini, nantinya akan dipusatkan di Pantai Ria Kenjeran dan akan dihadiri oleh tujuh menteri. Sedangkan untuk para peserta akan dibagi di 15 titik di sepanjang pantai dari ujung utara Jl. Kenjeran hingga Jl. Nambangan.(har/bch)

Berita Terkait