ITS News

Minggu, 26 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Kendala Dana Tim ITS MC 2004 Teratasi, 13 Juli Dilepas Rektor

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Kepastian teratasinya dana itu diungkapkan Humas Tim ITS MC 2004, R.M. Budiono, Jumat (9/7) siang, di Kampus ITS Sukolilo. "Semua kekurangan dana yang kami khawatirkan telah tertutupi, walaupun pas-pasan dan itupun belum termasuk uang saku tim. Kini kami tinggal menunggu penyelesaian visa dari Kedubes Perancis di Jakarta," kata Budiono.

Menurut Budiono, keberhasilan timnya didalam menggalang dana dari masyarakat dan instansi Pemerintah merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Ini karena kegiatan penggalian dana berhadapan dengan berbagai agenda politik di tanah air dan tidak sedikit pihak-pihak yang sebelumnya meremehkan (under estimate) kinerja tim kami dalam menggalang dana, sehingga sedikit banyak menjatuhkan semangat kami dalam bekerja. Ini merupakan sukses besar yang memang sebelumnya juga tidak kami bayangkan" ,katanya.

Mahasiswa semester IV Jurusan Teknik Permesinan Kapal Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ITS ini perlu mengungkapkan latar belakang penggalangan dana itu, karena katanya menjelaskan, ia ingin menepis anggapan sebagian dari orang-orang di ITS, yang sebelumnya menyanksikan akan keberangkatan kami, mengingat dana yang dibutukan sangat besar. "Kini terbukti kalau memang kita mau kerja keras dan bersungguh-sungguh maka semuanya pasti akan mendapatkan jalan keluar, dan ini terbukti dari usaha yang kami lakukan," katanya.

Ditambahkan Budiono, rangkaian kegiatan selanjutnya setelah secara resmi dilepas Rektor ITS pada 13 Juli nanti, timnya juga akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti acara pelepasan yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 19 Juli. "Pak menteri direncanakan akan melepas kami beberapa jam sebelum pemberangkatan ke Perancis. Kami menyambut baik rencana pelepasan itu, sehingga keberangkatan kami ke Perancis memang benar-benar membawa nama baik Indonesia umumnya dan ITS," katanya.

Dikatakannya, rangkaian kegiatan yang akan diambil tim saat di Perancis adalah, mengikuti latihan gabungan dan eksibisi sehari menjelang acara puncak kejuaraan, yang dilakukan di Marseille. "Kegiatan latihan gabungan dan eksibisi ini baru kami ketahui dari e-mail panitia, sehingga terpaksa kami mengontak pihak ekspedisi yang telah mengirim kapal untuk tidak membawa kapal ke Toulon, tetapi mengirimkannya ke Marseille, tempat latihan bersama sebelum kejuaraan resmi digelar," katanya.

Menambah Porsi Latihan
Sementara itu Nanang Setiyobudi, koordinator tim, menambahkan, hari-hari menjelang pemberangkatan ini, timnya terus menambah porsi latihan agar bisa kembali menggondol juara seperti pernah direbut pada kejuaran serupa tahun 2002 di Rockland, Maine, AS. "Kini setelah kapal diberangkatkan, kekurangan dana sudah tertutupi, para mahasiswa yang tergabung didalam tim terus melakukan latihan fisik dan mental termasuk menambah kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Perancis dan bahasa Inggris," katanya. Dikatakannya keberangkatan Tim ITS MC 2004 ke Toulon, Perancis, bukan tanpa beban. Awalnya beban terberat adalah meyakinkan kepada sponsor untuk membiayai tim kami. Beban berat lainnya karena kebarangkatan tim ini juga untuk mempertahankan juara yang pernah diraih ITS pada kegiatan serupa tahun 2002 di Rockland, Maine, AS.

"Beban untuk mempertahankan itu makin berat karena menurut kabar terakhir yang kami terima dari panitia, kejuaraan tahun ini diikuti oleh lebih banyak lagi peserta. Peserta dari daratan Eropa, misalnya, mengirim sebanyak 52 tim, belum lagi dari Amerika, Kanada, Spanyol dan lainnya. Mungkin semuanya akan mencapai 64 tim. Tapi kami cukup bangga karena hingga kini tim ITS MC 2004 merupakan satu-satunya perwakilan dari Asia Pasifik yang akan ikut, setelah sebelumnya Tim Pakistan ternyata mengundurkan diri" katanya.
(Humas–ITS, 9 Juli 2004)

Berita Terkait