ITS News

Jumat, 01 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Kangean Dijadikan Objek Penelitian Biologi Kelutan ITS dan Perancis

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama Universitas de La Rochelle, Perancis, akan menjadikan Pulau Kangean, Madura, sebagai objek penelitian bersama antara Universitas de La Rochelle. Menurut Ketua Program Studi Biologi ITS, Ir Sri Nurhatika, MP, Selasa (10/2) siang, ITS minimal akan mengirim dua orang dosennya ke Kangean untuk kepentingan penelitian biologi kelautan. "Kebetulan kami punya dua dosen yang sedang mengambil studi lanjutan di Perancis di bidang biologi keluatan, dan melalui kerja sama yang sudah terjalin dengan de La Rochelle ini, penelitian mereka juga nantinya akan dilakukan di Kangean," kata Nurhatika.

Dikatakannya, untuk merealisasikan rencana penelitian bersama itu, Selasa 17 Februari 2004 mendatang beberapa staf pengajar dan peneliti dari de La Rochelle akan memberikan kuliah tamu dan pertemuan dengan pimpinan ITS. "Ada banyak potensi yang bisa diteliti di Kangean, untuk ITS rencananya akan berkonsentrasi di bidang biologi kelutan dan teknik geodesi. Tapi kabarnya para peneliti asal Perancis selain akan meneliti biologi kelautan juga akan meneliti yang berkaitan dengan bahasa dan antropologi di sana," katanya.

Dari cabang biologi, katanya menambahkan, objek penelitian di Kangean cukup banyak meliputi antara lain trumbu karang, yang memang masih asli dan belum dijamah atau mengalami kerusakan, juga tentang potensi mutiara yang ternyata hasilnya jauh lebih baik dibanding mutiara dari daerah lain
di Indonesia. "Jalinan kerjasama dengan de La Rochelle ini sudah menginjak tahun kedua. Saya berharap akan banyak mendapatkan transfer ilmu dan pengetahuan dengan model-model penelitian bersama ini, juga akan bisa
mengembangkan potensi yang ada di Kangean," katanya.

Sementara itu, Aunurohim, salah satu dosen yang kini sedang mengambil
studi di de La Rochelle dan akan terjun melakukan penelitian bersama-sama
di Kangean mengatakan, ia telah merencanakan untuk meneliti makro plankton di perairan Kangean untuk mengetahui ekoteksiologi di sana. "Saya akan mengambil sample dari beberapa biota laut di sana dan akan membandingkannya dengan yang ada di Pantai Kenjeran. Ini akan saya jadikan sebagai bio indikator terhadap tingkat pencemaran logam berat antara di Surabaya dengan di Kangean. Asumsinya, di Kangean tentu kadar logam beratnya jauh lebih sedikit atau mungkin belum ada," katanya. (Humas – ITS, 10 Februari 2004)

Berita Terkait