ITS News

Selasa, 07 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Jaya Suprana, "Berwirausaha=Sex ?&quot

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Setelah sukses menggelar Cafe Afternoon pertama yang mendatangkan pengusaha eceng gondok sukses sebagai pembicara, sebagai lanjutan, Cafe Afternoon yang kedua mengambil tema "Menuangkan ide-ide bisnis dalam sebuah proposal usaha".

Memang tepat jika kita mengikuti alur Cafe Afternoon yang ditawarkan WE&T. Setelah diberi pencerahan tentang nikmatnya berwirausaha, kemudian disodorkan tawaran untuk menuangkan ide-ide kita dalam sebuah proposal usaha.

Seperti Cafe Afternoon (CA) yang sebelumnya, pengemasan acara ini juga sangat apik. Dengan menghadirkan DR Ir H Djoko Sungkono Kawano M.Eng.Sc manajer SBIC-ITS (Surabaya Bussiness Incubator Center) dan M.Syafi'i Tamam sebagai pembicara menjadikan CA kali ini menarik untuk diikuti.

"Sangat disayangkan, masyarakat Indonesia mungkin sejak kecil memang tidak dididik menjadi seorang entrepreneur," jelas Pak Djoko. "Sekarang semua pasti pernah mendengar cerita kancil sewaktu kecil. Nah, mulai dari situ secara tidak sadar kita dibentuk untuk dapat menjadi seekor kancil yang kerjanya hanya bisa "ngancili" orang lain. Disamping itu mulai dari kecil kita tidak diajarkan untuk memahami ilmu "how to sell", melainkan kita lebih diarahkan pada keadaan "how to consume". Itulah sebabnya masyarakat Indonesia menjadi seperti saat ini, yang biasa ngancili dan masyarakat yang konsumtif," tambahnya.

"Karena itulah SBIC mencoba menawarka beberapa program untuk membantu mahasiswa (khususnya) yang ingin mengembangkan kemampuan berwirausahanya. Tuangkan ide-ide kalian dalam bentuk proposal, kemudian ajukan ke kami, akan kami pertimbangkan lebih lanjut kemudian jika memang layak akan kami beri bantuan modal. Ada beberapa program yang SBIC tawarkan, diantaranya KAM (Karya Alternatif Mahasiswa), PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan P3K (Program Pembiayaan Pelatihan Kewirausahaan). Untuk KAM, kami dapat memberikan bantuan modal maksimal sebesar 15 juta, sedangkan untuk PKM maksimal sebesar 6 juta dan P3K sebesar 2,5 juta rupiah," jelasnya panjang lebar.

"Berwirausaha itu layaknya sex," kata Jaya Suprana, "Karena memang pertama menarik untuk dibicarakan, kedua semua orang berhak untuk melakukannya, ketiga tidak semua orang dapat berhasil, dan yang keempat carilah pengalaman agar dapat meraih keberhasilan," tambahnya yang disambut gerr dari penonton.

"Tampil sebagai pembicara kedua, M.Syafi'i Tamam. Dalam presentasinya, ia mengiyakan apa yang telah Pak Djoko sampaikan," kurang lebih 95 % penduduk Indonesia sejak kecil sudah ditanamkan belajar untuk menjadi pekerja, karenanya tidak heran jika kurang sekali jiwa entrepreneur pada masyarakat Indonesia," sambutnya. "Untuk itu perlu dikembangkannya EQ sebagai penyelaras IQ. Karena menurut data statistik, penentu kesuksesan 20% dari IQ dan selebihnya dari EQ. Untuk dapat mengembangkan EQ, diperlukan 5 komponen, diantaranya: kemampuan mengenali diri sendiri, self management, motivasi, kesadaran sosial dan ketrampilan sosial," tambahnya.

"Sesuai dengan tema, menuangkan ide-ide bisnis dalam proposal usaha, maka perlu diperhatikan rencana usaha yang baik. Yang pertama urutan dan isinya harus logis, kemudian mudah dibaca dan dipahami. Selanjutnya realistis untuk bisa dicapai, mempunyai prospek ke depan dan yang terakhir singkat dan jelas sesuai keperluan," tutupnya.

CA kali ini dibagi menjadi 2 session, dimana session kedua adalah tanya jawab sekaligus penutupan dan pengundian door prize. (u-d/li)

Berita Terkait