ITS News

Senin, 30 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

ITS Siapkan Kapal Nelayan Aceh

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Setelah sukses dengan konsep Rumah ITS untuk Aceh (RIA), kini Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sedang menyiapkan kapal untuk nelayan Aceh. Ada tiga konsep yang sedang disiapkan untuk keperluan program melautkan kembali para nelayan Aceh yang pada 26 Desember lalu terkena musibah gempa bumi dan gelombang tsunami.

Ketua Pusat Studi Kelautan ITS, Ir Daniel M. Rosyid Ph.D, Rabu (2/2) siang mengatakan, setelah rumah, ITS kini telah menyiapkan tiga konsep pembangunan kapal nelayan untuk masyarakat Aceh. "Saat kehadiran Dirjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan, Prof Dr Ir Widi Agoes Pratikto MSc, kami telah mengutarakan kalau ITS telah memiliki tiga konsep kapal untuk nelayan Aceh. Kini kami sedang mengerjakan konsep kapal yang paling sederhana jenis kano," katanya.

Konsep kapal murah yang kini sedang dalam proses pembuatan itu bertujuan untuk kepentingan melaut yang paling sederhana. Biayanya hanya sekitar Rp 2,5 juta per kapal dengan ukuran panjang sekitar 4,6 meter dan lebar 0,6 meter. "Kapal jenis ini dapat dibuat dalam hitungan hari dan bahan baku yang dibutuhkan hanya playwood, kawat tembaga untuk menjahit kapal serta resin untuk merapatkan bagian sambungan. Kami berharap kapal ini bisa diterima masyarakat Aceh sebagai bekal awal mereka kembali ke laut," kata mantan Pembantu Rektor IV ITS ini.

Sedang untuk dua konsep lainnya, masih dibutuhkan waktu pengerjaan lebih lama dan lebih mahal. Selain diproduksi dalam jumlah besar, panjang kapal ini mencapai 15 meter. "Mengingat harganya relatif mahal karena itu sebelum diwujudkan, ITS akan mengajak sekitar sepuluh orang nelayan Aceh untuk belajar membuat dan membangun kapal di ITS, kemudian bersama kapal yang dibuatnya mereka kembali ke daerahnya, untuk secara bersama-sama membangun industri perkapalan di sana," katanya.

Berbicara mengenai kapal jenis kano yang kini sedang dikerjakan, konsep awal dari pembuatan kapal ini untuk kepentingan jangka pendek didalam memulihkan kembali kehidupan masyarakat nelayan Aceh setelah terkena gelombang tsunami. "Karena itu pilihan kapalnya pun sangat sederhana. Meski begitu dapat digunakan untuk hingga dua tahun. Tapi kami berharap sebelum waktu dua tahun itu mereka sudah kembali kekehidupan normal seperti sediakala," kata bapak dari empat putra ini.

Diungkapkan Daniel, kapal ini dikonsep ITS bersama dosen tamu berkebangsaan Perancis, Roger Michael Johnson. Untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas kapal, di sisi kiri dan kanan kapal dilengkapi dengan cadik. Sedangkan untuk menjalankannya selain dayung juga dilengkapi layar berukuran 3-4 meter. "Kapalnya sendiri meski terlihat sederhana karena terbuat dari playwood, didalam proses pembuatannya tetap dilengkapi dengan gading kapal dan dilapisi fiberglass," katanya. (Humas/rin)

Berita Terkait