ITS News

Kamis, 11 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

ITS Seminarkan Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dalam keterangan persnya Senin (4/10) siang, Dr. Ir. Djauhar Manfaat, MSc., mengatakan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengelola sumber daya kelautannya. Untuk itu, perlu dilakukan pengembangan yang meliputi SDM, sarana dan prasarana, kerjasama yang sinergis dari berbagai lembaga terkait, dan inovasi teknologi kelautan. "Upaya-upaya ini perlu dilakukan secara berkesinambungan melalui kegiatan riset, baik untuk pengembangan teori maupun aplikasi. Untuk itulah seminar ini diselenggarakan, dengan tujuan utama mempertemukan berbagai kalangan dari universitas, industri, dan praktisi di bidang kelautan, untuk mempresentasikan buah karya dan pikirannya," katanya.

Dikatakannya, ada beberapa topik bahasan yang akan disampaikan dalam seminar itu, antara lain perencanaan dan transportasi laut, hidrodinamika, manajemen dan produksi kapal, perancangan dan sistem bangunan laut, keandalan dan keselamatan pelayaran, teknik pantai dan pelabuhan, struktur dan kekuatan bangunan laut, lingkungan dan energi laut, perikanan laut, serta topik-topik teknologi lelautan lainnya. "Itu sebabnya selain para akademisi kami juga mengundang para parktisi dan pengambil kebijakan. Pak Tjuk Sukardiman, Dirjen Perhubungan Laut sudah dapat dipastikan bakal hadir, demikian juga dengan Deputi Menristek bakal memberikan makalahnya," katanya.

Djauhar Manfaat menambahkan, melalui seminar ini diharapkan berbagai persoalan yang berkait dengan pembangunan dan kendala untuk memajukan sektor kelautan dapat terkomunikasikan dan mendapatkan jawaban serta jalan keluar. "Amat disayangkan potensi kelautan kita yang begitu besar hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal jika kita mau serius menanganinya ada banyak persoalan bangsa ini dapat teratasi, mulai dari kemiskinan nelayan, tingginya angka pengangguran hingga di bidang industri, khusunys industri perkapalan," katanya. (Humas/bch)

Berita Terkait