ITS News

Senin, 17 Juni 2024
15 Maret 2005, 12:03

ITS Selenggarakan Pelatihan Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Internasional

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Kepala Unit Pengkajian Penerapan Teknologi dan Sistem Manajemen LPPM ITS, Ir Jusuf Sutomo M.Sc selaku penyelenggara kegiatan kursus pelatihan tersebut, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memberikan penyadaran terhadap para pengusaha akan arti pentingnya jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. "Persoalan ini memang tidak pernah dipersyaratkan dan dipersoalkan oleh konsumen, tapi didalam manajemen punya peran penting dan besar manakala tidak terperhatikan dengan baik," katanya, Senin (27/9) siang.

Berbeda, kata Jusuf menambahkan, dengan persoalan jaminan kualitas dan lingkungan, sedikit saja cacat atau menurun seperti yang diharapkan oleh konsumen, mereka akan melakukan protes. Demikian juga dengtan lingkungan, beberapa negara di eropa, Amerika Serikat, dan Jepang misalnya, malah sudah sepakat untuk menolak semua barang yang produsennya tidak mengindahkan persoalan lingkungan.

"Persoalan kesehatan dan keselamatan kerja belum seperti itu. Masih sebatas pada kesadaran dan kemauan pengusaha, sehingga terkesan masih dipandang sambil lalu saja. Padahal persoalan ini dari segi manajemen punya pengaruh besar terhadap biaya, manakala terjadi insiden didalam sebuah parbik atau industri," katanya.

Dikatakan Jusuf, selama ini pemerintah memang sudah mengatur persoalan kesehatan dan keselamatan kerja dalam sebuah peraturan pemerintah, tapi dalam pelaksanaannya reklatif masih diabaikan. "Ini terbukti dengan masih terusnya terjadi beberapa kecelakaan kerja yang tidak hanya menelan korban jiwa tetapi juga memaksa produksi harus berhenti," katanya.

Karena itulah ia berharap melalui kursus pelatihan OHSAS 18001 berstandar internasional ini, kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja disebuah perusahaan atau industri bisa dipahami sebagai sebuah keharusan didalam menjalankan manajamen industri adan perusahaan. "Kalau dalam peraturan pemerintah itu semua terpulang kepada pemilik untuk dilakukan atau tidak, maka dalam OHSAS 18001 ini sudah dibuat sedemikian rupa sehingga sistem dalam manajemen itu secara otomatis menjalankannya. Sistem ini selain bagus juga sudah diakui secara internasional," katanya.

Tumbuhkan Kesadaran

Dimintai komentarnya tentang sistem OHSAS 18001, perwakilan Det Norske Veritas, Norwegia di Malaysia, Mohd Jaflis Jaafar mengatakan, kesadaran akan pentingnya memiliki OHSAS 18001 memang masih rendah, itu disebabkan karena sistem manajemen ini belum dijadikan sebagai sebuah kewajiban yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan. "Meski begitu saya memandang ini amat penting, karena manakala terjadi insiden didalam sebuah perusahaan yang menyangkut soal kesehatan dan keselamatan kerja, maka mau tidak mau manajemen yang akan menanggung akibatnya," katanya dalam logat Melayu yang kental.

Jaafar menambahkan, tidak hanya di Indonesia kesadaran terhadap program atau sistem manajemen yang berbasisi pada kesehatan dan keselamatan kerja terabaikan, di Malaysia saja hal itu masih sering ditemui. "Itu sebabnya kesadaran semacam ini harus dibangun bukan hanya dari kalangan pengusaha tetapi juga harus datang dari para pekerjanya sendiri," katanya.

Menurut Jaafar, kesadaran terhadap kesehatan dan keselamatan kerja itu berbanding lurus dengan tingkat pendidikan yang dimiliki baik oleh pengusaha maupun pekerja. "Menumbuhkan kesadaran inilah yang kini terus kita dorong melalui beberapa bentuk pelatuhan dan kursus-kursus," katanya. (Humas – ITS, 27 September 2004)

Berita Terkait