ITS News

Minggu, 26 Mei 2024
15 Maret 2005, 12:03

ITS Jajaki Kerja Sama dengan Boras University Swedia

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dikatakan Pembantu Rektor I ITS, Prof Ir Noor Endah MSc, PhD, penjajakan dalam bentuk pemaparan berbentuk semacam kuliah tamu tentang bagaimana manajemen perguruan tinggi yang dilakukan oleh mereka tidak lain dimaksudkan untuk bahan studi komparasi, antara apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh ITS dengan apa yang sedang mereka kerjakan.

"Sepintas memang secara global kini sedang terjadi perubahan paradigma pengelolaan perguruan tinggi, dan ITS cepat atau lambat akan menuju ke arah sana berkait dengan keinginan ITS untuk mendapatkan pengakuan internasional," katanya. Adapun penjajakan kerja sama itu meliputi bidang penelitian dan publikasi hasil-hasil penelitian, pertukaran tenaga pengajar untuk kepentingan pemberian beasiswa, serta pertukaran mahasiswa untuk kepentingan studi dan penelitian. "Penjajakan ini merupakan langkah awal dari rencana bentuk kerja sama berikutnya. Mudah-mudahan kesempatan ini bisa dimanfaatkan," katanya.

Sementara Prof Said Irandoust menyambut baik rencana kerja sama dengan ITS ini. Pihaknya selalu terbuka untuk berbagai kepentingan kerja sama. "Di Indonesia perguruan tinggi yang sudah melakukan kerja sama antara lain UGM Yogyakarta dan ITB Bandung. Mereka bisa saling tukar-menukar tenaga pengajar dan mahasiswa," kata guru besar bidang Teknik Kimia ini.

Dikatakannya, dalam pengelolaan universitas atau perguruan tinggi ke depan tidak akan berjalan atau berhasil jika tidak didukung dengan berbagai bentuk kerja sama, baik kerja sama sesama perguruan tinggi atau dengan kalangan industri. "Di Boras University, kami menjalin kerja sama melalui berbagai kegiatan riset dengan kalangan industri dan ini bisa dijadikan sebagai salah satu upaya penggalian dana," katanya.

Untuk itu, katanya menyarankan, sebelum melakukan kegiatan riset dengan kalangan industri, sebaiknya perguruan tinggi itu sudah juga harus menjalin hubungan dengan masyarakatnya. "Harus memposisikan diri di masyarakat terlebih dahulu serta menunjukkan pola kerja yang efisien dan memiliki disiplin akademik yang tinggi. Tanpa itu kalangan industri akan ragu untuk melakukan kerja sama," katanya.
(Humas–ITS, 21 Juli 2004)

Berita Terkait