ITS News

Minggu, 26 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

ITS, Haruskah menjadi PT BHMN?

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menuju ke pusat unggulan teknologi, seperti yang sering didengung-dengungkan sebagai tema dies natalis ITS ke-44 tahun ini, telah mejadi impian semua civitas akademikanya. Hal itu dapat terwujud, tentu, dengan peningkatan kualitas disana-sini. Tak hanya bidang akademik, manajemen kampus berikut pembangunan sarana dan prasarana di semua bagian seakan menjadi hak yang mutlak dilakukan terlebih dahulu.

Menanggapi asumsi tersebut, ITS mulai melakukan proses perubahan status menjadi PT BHMN. Diharapkan nantinya, dengan otonomi yang diperoleh pada seluruh rangkaian operasional kampus biru ini, proses pembangunan dan peningkatan kualitas yang ada menjadi lebih optimal.

Namun kenyataannya, proses perubahan status ini tak semudah membalik telapak tangan. "Semua itu butuh proses, butuh pengkajian yang mendalam. Saya harap Pak Rektor dan lainnya mau mempertimbangkan dampak proses perubahan status tersebut. Jangan sampai malah merugikan. Haruskah secepat ini?" ujar salah satu peserta dalam diskusi terbuka yang diadakan pokja BHMN BEM ITS Kamis (5/10) di ruang seminar gedung Rektorat.

Pendapat lain yang berbeda, disampaikan oleh Ir. Minta Yuana, MS, dosen Teknik Kimia ITS. "PT BHMN harus dilakukan segera, begitu juga dengan peningkatan mutunya. Kalau perlu jangan hanya sukses di PT BHMN, tapi sampai mendapat international recognition. Kalau perlu lagi, ITS bisa sejajar dengan MIT lah," paparnya yang disambut dengan gerr peserta. Mendengar itu, dosen berjenggot panjang ini pun meluruskannya, "ya.. setengahnya saja wis".

Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA yang menyimak uraian Minta, tersenyum mendengarnya. "Ya.. kita harus segera mengadakan perubahan status menjadi ITS PT BHMN. Sungguh, potensi ITS sebenarnya sangat-sangat besar. Tinggal bagaimana kita mampu memaksimalkan dan mengembangkannya, " ujar Nuh. Namun juga ditekankan olehnya, bahwa perubahan menjad PT BHMN harus dilaksanakan dengan hati-hati. Pengertian dari berbagai pihak bahwa proses tersebut jelas memakan banyak dana, juga dibutuhkan. Tak hanya dari mahasiswa, namun juga dosen dan karyawan.

Untuk memperoleh masukan terhadap model ITS PT BHMN yang optimal ke depan, forum diskusi semacam ini akan sering diadakan. Dan tak hanya itu, aspirasi dari tiap-tiap jurusan di ITS sangatlah penting. Karenanya, akan segera dibuka pokja (kelompok kerja) BHMN di tiap jurusan guna menampung aspirasi mereka. Ini adalah salah satu isi kesepakatan diskusi yang dihadiri ratusan peserta ini (ftr/tov)

Berita Terkait