ITS News

Minggu, 27 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

ITS Gelar Kontes Robot

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Surabaya Post, 8-2-2002
Kegiatan yang digelar di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS, 23 Maret 2002, sebelumnya telah melewati babak seleksi.

Pada tahap awal tercatat 35 tim yang mendaftar namun yang lolos seleksi hanya 24 tim. Dalam perjalanan tim dari Politeknik Medan mengundurkan diri hingga tinggal 23 tim.

Pemenang dari kegiatan ini bakal dikirim mengikuti Kontes Robot Dunia di Jepang, Agustus mendatang.

"Jumlah peserta kontes kali ini meningkat dibanding KRI III tahun 2000 lalu yang hanya diikuti 13 tim dari delapan universitas. Ini sangat menggembirakan," kata Ketua Panitia KRI IV-2002, Ir Gigih Prabowo, Kamis (6/2).

Dijelaskan Gigih, 23 tim itu sudah "final". Dari 35 tim yang menyerahkan proposal pada Agustus 2001, kemudian diseleksi hingga tersisa 24 tim. Tapi ada satu tim dari Politeknik Medan mengundurkan diri.

Ke 23 peserta itu antara lain berasal ITS Surabaya (dua tim dari jurusan elektro dan fisika), PENS ITS Surabaya (dua tim) dan dua tim lagi dari Politeknik Perkapalan ITS.

Selain itu, Universitas Kristen (UK) Petra, Universitas Katolik Widya Mandala (UWM) masing-masing mengirimkan dua tim. Ubaya dan STIKOM Surabaya mengirimkan satu tim robotnya.

"Ada juga peserta dari Politeknik Samarinda dan Politeknik Semarang yang mengirimkan satu tim ke kontes ini," kata PD III PENS ITS itu. Tim lainnya adalah Politeknik Medan (satu tim), Universitas Brawijaya Malang (fakultas teknik dua tim), Politeknik Negeri Malang (dua tim), ITB (dua tim), Politeknik Manufaktur Bandung (satu tim), dan Politeknik Negeri Jakarta (dua tim).

"Untuk lomba kali ini, PENS-ITS mengeluarkan dua tim yakni tim robot AN-DONK dan tim robot ELLITE, sedang ITS juga dua tim untuk robot GONDHES dan robot IDJO," katanya.

KRI IV-2002 ini mengambil tema "Menggapai Puncak Bromo" (Reach for The Top of Mount Bromo) dengan aturan main yang sama persis dengan di International Robot Contest di Jepang, Maret tahun lalu.

"Karena pemenangnya nanti kami kirim Kontes Robot Dunia di Jepang (Reach for The Top of Mount Fuji) pada 31 Agustus 2002," tambah Gigih.

Tema "Menggapai Puncak Bromo", Gigih menjelaskan, bukan berarti ada puncak gunung di tengah-tengah arena lomba. Tapi diganti dengan 17 tabung dengan ketinggian satu meter serta berukuran 60×30 cm yang diatur mirip seperti gunung.

Aturan mainnya nanti, Gigih mengaku masih merahasiakannya sampai dengan acara technical meeting sebelum pertandingan dimulai. "Ya semua ini untuk menciptakan fair play. Kalau kriteria robotnya sudah kami sampaikan kepada masing-masing tim," katanya. (dek)

Berita Terkait