ITS News

Rabu, 30 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

ITS Gelar Indonesian Challenge

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

SURABAYA- Setelah sukses dalam The Spirit of Atlantic Challenge di Amerika Serikat Juli 2002 lalu, Teknik perkapalan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) menggelar kontes serupa bertajuk Indonesian Challenge 2003. Acara tersebut rencananya digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-75 pada 28 Oktober 2003 mendatang.

Menurut Mongoloi M Sialagan, koordiantor Indonesian Challenge, kontes ini adalah perlombaan membuat perahu tradisional yang menggunakan dayung maupun memakai layar. "Peserta lomba terdiri dari satu tim beranggotakan 10 orang. Tiap tim harus menyelesaikan pembuatan perahu dayung-layar dengan rancang bangun tunggal," terang Oloi, panggilan Mongoloi.

"Selain itu, setiap tim harus membuktikan kemampuan navigasinya di lautan," lanjut mahasiswa Teknik Perkapalan ini. Rencananya, kontes navigasi perahu ini dilaksanakan di Pasir Putih Situbondo.

Sesuai aturan yang ditetapkan panitia, perahu kayu yang akan dipakai berlaga dalam Indonesian Challenge ini panjangnya antara 7 hingga 9 meter dengan awak maksimal 10 orang. "Dari 10 orang peserta, 3 di antaranya harus putri," ujar Oloi.

Bagaimana dengan model perahunya? "Nah, model perahu harus meniru model perahu tradisional Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sebab, penilaian juga menyangkut sejarah perahu tersebut," lanjut pria asli Medan ini.

Untuk pembuatan perahunya, peserta diperbolehkan membuat sendiri ataupun dibuatkan oleh pembuat perahu, sukarelawan atau tenaga ahli. "Yang pasti pesertanya harus pemuda atau mahasiswa berusia 15-21 tahun," katanya. "Selain peserta dari Indonesia, kita juga mengundang peserta dari luar negeri seperti benua Eropa, Amerika dan negara-negara Asia Pasific," sambung Oloi.

Ditambahkan, pendaftaran sebenarnya telah dibuka sejak pertengahan Agustus 2002 lalu. Namun, hingga kini belum ada satupun peserta yang mendaftar. "Kami yakin, setelah akhir Januari nanti, banyak peserta yang tertarik mengikuti kontes ini," tukas Oloi. Mengapa menunggu akhir Januari? "Sebab, akhir Januari nanti kami akan melaunching website kami yaitu www.Indonesian-Challenge.org," terangnya.

Oloi menambahkan, pemenang Indonesian Challenge akan dikirim untuk mengikuti The Atlantic Challenge 2004 di Inggris serta The European Challenge di Perancis, Juli 2004. (oni)

Berita Terkait