ITS News

Jumat, 19 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

ITS Diminta Jadi Tim Sosialisasi Kontes Robot Indonesia 2005

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Selasa (30/11) siang bertempat di Teater Gedung Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS, telah dilangsungkan sosialisasi pertama dari dua sosialisasi yang akan diadakan di wilayah Jawa Timur.
Menurut Panitia Tim Sosialisasi dan Seleksi Kontes Robot Indonesia 2004 untuk Indonesia Timur, Ir Gigih Prabowo, ITS dapat tugas untuk mensosialisasikan kegiatan kontes robot tahun ini berkait dengan pengalaman dan keberhasilan yang pernah diraih ITS selama ini.

"Paling tidak kepercayaan ini telah mengukuhkan ITS sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang robotika. Kami menyambut baik atas kepercayaan ini. Apalagi seperti diketahui, awal diadakannya kontes robot ini memang berasal dari ITS, karena itu wajar jika kemudian ITS dipercaya untuk mengadakan sosialisasi kegiatan ini," katanya.

Gigih menjelaskan, awalnya memang beberapa kali ITS mengadakan kontes robot tingkat nasional bersama JICA (Japan International Cooperation Agency), dimana pemenangnya waktu itu mewakili Indonesia ke kontes robot tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Broadcasting (ABU) Robocon. "Bahkan ITS dengan Robot B-Cak-nya tahun 2001 pernah memenangkan juara pertama saat kontes itu digelar di Tokyo, Jepang. Kini lomba itu diselenggarakan untuk tingkat nasional oleh Dirjen Dikti," katanya.

Tahun 2005 ini, kata Jazidie menambahkan tepatnya pada 14-15 Mei 2005, Fakultas Teknik Universitas Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan, sama saat pelaksanaan tahun 2004 lalu, yang menghantarkan tim robot ITS meraih juara. "Tahun ini ITS akan maju lagi dalam kontes tersebut, kami nantinya akan melakukan seleksi awal di tingkat institut pada awal Maret 2005. Target kami tidak hanya bisa menang seperti tahun lalu, tapi kalau bisa bisa menang di tingkat internasional yang tahun ini diselenggarakan di Beijing, Cina pada 27 Agustus 2005," katanya.

DUA ACARA
Di Indonesia, kata Gigih Prabowo menjelaskan, pelaksanaan tahun ini dibagi dalam dua kegiatan kontes. Pertama Kontes Robot Indonesia (KRI), dimana pemenangnya akan mewakili Indonesia ke Beijing dalam acara Kontes Robot Internasional pada Agustus 2005, dan kedua, Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2004. "Dua penyelenggaraan itu akan digelar bersamaan, yang membedakan keduanya pada aturan main. KRI lebih bersifat game atau permainan yang aturannya mengadopsi dari Kontes Robot Internasional yang akan di gelar di Beijing, sedang KRCI lebih menekankan pada tingkat kecerdasan robot yang diadopsi dari lomba robot di Amerika Serikat," kata Gigih Prabowo.

Dijelaskannya, KRI tahun ini mengambil tema Menggapai Puncak Borobudur Nyalakan Api Perdamaian yang diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Robocon di Beijing, Climb on to the Great Wall. "Kami berharap peserta Jawa Timur akan mendominasi kontingen. Tahun lalu peserta dari Jatim mencapai 14 kelompok lima diantaranya dari ITS. Tahun ini dengan target peserta sebanyak 32 kelompok, Jatim diharapkan akan mendominasi peserta lagi, karena itu dalam sosialisasi kali ini dilakukan dua kelompok, pertama sosialisasi yang diadakan di ITS Surabaya meliputi perguruan tinggi negeri dan swasta di Surabaya, Kediri, Madura, Kalimantan, Bali, dan Mataram dan sekitarnya, dan kedua, sosialisasi yang diadakan di Malang," katanya.

Sedang untuk kegiatan KRCI, tahun ini untuk yang kedua kali di gelar, kata Gigih yang juga Pembantu Direktur III PENS-ITS ini, pihak panitia mentargetkan akan diikuti sedikitnya oleh 20 tim, dengan tema Robot Cerdas Pemadam Api, sama persis dengan tema penyelenggaraan tahun lalu. "Panitia akan mensosialisasikan kegiatan ini sedikitnya ke 87 perguruan tinggi negeri dan swasta, baik politeknik, institut, dan universitas," katanya.

"Bagi tim atau peserta yang berminat ikut, setelah mengikuti sosialisasi kali ini, diminta membuat proposal ke panitia, dan nanti tim juri yang akan melakukan penilaian atau seleksi awal, apakah proposal itu lolos atau tidak untuk ikut kontes robot," katanya.

Sementara itu dalam sambutan pembukaan sosialisasi KRI 2005, Direktur PENS, Dr Ir Titon Dutono mengatakan, KRI saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk mengangkat nama baik sebuah perguruan tinggi, karena itu ia berharap bagi peserta yang ikut untuk serius dan sportif di dalam melakukannya. "Ini penting disampaikan sejak awal, karena saya mendengar di Jepang kontes robot semacam ini sudah tidak lagi berlangsung dengan sehat. Karena dianggap mampu mengangkat nama perguruan tinggi, maka banyak para alumni yang berusaha membantu tim yang bakal maju," katanya.

Bukan hanya itu, katanya menambahkan, kekalahan tim ITS atau tim Indonesia di Korsel lalu juga karena ketidakpahaman kita di dalam mempersiapkan robotnya. "Meski dalam aturan dinyatakan robot-robot manual tidak boleh bersentuhan, tapi faktanya diperbolehkan untuk saling bertabrakan. Ini kan tidak fair lagi. Karena itu sesuai dengan tema yang diadopsi di tingkat internasional, maka sebaiknya kita tetap menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan sportivitas," katanya.

Hadir dalam acara sosialisasi itu antara lain beberapa dewan juri dan panitia pusat diantaranya para pakar robot dari ITS, UI dan dari Dirjen Dikti. Sementara perguruan tinggi yang hadir selain ITS, ada perguruan tinggi dari Banjarmasin, Samarinda, Bali, Mataram, sedang dari Surabaya Universitas Widya Mandala, UK Petra, Stikom, ITATS dan beberapa perguruan tinggi swasta lainnya. (Humas/bch)

Berita Terkait