ITS News

Jumat, 01 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

ITS dan Dji Sam Soe

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

ITS dan Dji Sam Soe . Keduanya memang saling terhubung erat. Dji Sam Soe memegang perang penting di dalam mengantarkan ITS menuju ke PT BHMN dan perguruan tinggi yang diakui dunia. Demikian ungkap, DR.Ir. Achmad jazidie M.Eng, Pembantu Rektor III ITS dalam seminar "Membangun Sinergisitas antara Pemerintah, Masyarakat Industri dan Institusi Perguruan Tinggi serta Distribusi Informasi dari Semua Kalangan Guna Menunjang Kemajuan di Era Industrialisasi."

Mengapa bisa? Karena Dji Sam Soe yang ini memang bukan sembarang rokok. Melainkan cakupan strategi dan budaya ITS untuk mencapai tujuannya. Sebutan Dji Sam Soe ini muncul terkait dengan angka 2,3,4 yang kebetulan sama dengan angka yang tertera pada bungkus rokok ini. "2,3,4 nya itu yang sama dengan Dji Sam Soe," terang Jazidie.

Menurut alumnus Hiroshima University ini, angka 2 merupakan dua tujuan ITS ke depannya. Pertama, ITS harus mampu menjadi PT BHMN/BHP yang direncanakan akan terealisasi tahun depan. Dan yang kedua, ITS diharapkan mampu menjadi salah satu perguruan tinggi yang diakui secara internasional.

Angka 3 mewakili strategi ITS untuk mencapai tujuannya. Strategi ini meliputi pembangunan citra ITS, penguatan modal intelektual dan mengembangkan jejaring. Terkait dengan jejaring, sekarang ini, ITS agresif membuka jaringan-jaringan baru, salah satunya dengan program PMDK kemitraan.

Melalui PMDK kemitraan, mahasiswa baru direkrut berdasarkan prestasi akademik yang ditunjang kerjasama ITS dengan pemerintah daerah. "PMDK kemitraan ini kita utamakan dengan pemerintah daerah di luar Jawa," ungkap alumni T. Elektro ini. Kebijakan ini diambil mengingat 75 persen mahasiswa ITS berasal dari Jawa Timur. "Karenanya, ITS ingin membuka kesempatan bagi daerah lain," tegas pria kelahiran Gresik ini.

Dan angka 4 yang terakhir merupakan budaya yang ada dan dikembangkan ITS untuk ke depannya. Berpikir ilmiah, bekerja keras dan cerdas, administrasi yang bagus dan keakraban sosial merupakan empat budaya yang dikembangkan ITS. Dengan 2,3,4 ini, ITS ke depannya diharapkan mampu menjadi perguruan tinggi yang mencetak kader-kader penerus bangsa yang beriman dan beriptek.(rin/rom)

Berita Terkait

ITS Media Center > Berita Utama > ITS dan Dji Sam Soe