ITS News

Senin, 30 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

ITS Bersama Bank BTN Dirikan Pusat Studi Perumahan dan Fasilitas Publik

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Direktur Bank BTN, Kodradi mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah maju dalam kaitan peningkatan pelayanan bagi nasabah Bank BTN. "Karena kami tidak mau masyarakat yang telah mendapatkan fasilitas kredit kemudian merasa tertipu dengan rumah yang akan ditempatinya, karena itu kami berharap melalui ITS kajian-kajian baik dari segi teknis maupun ekonomis akan mendapatkan jawaban," katanya.

Seperti tertuang dalam lingkup kerja sama berjangka waktu lima tahun itu dinyatakan, pusat studi ini akan mengembangkan keunggulan di bidang perumahan dan pengembangan fasilitas publik, mengembangkan system penelitian bersama-sama, mengembangkan keunggulan lokal di bidang teknologi perumahan, memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dalam bentuk publikasi, informasi dan desiminasi di bidang perumahan dan fasilitas publik, termasuk temuan-temuan baru sebagai substitusi bahan baku pembangunan perumahan.

Sementara itu Rektor ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA mengatakan, pendirian pusat studi itu merupakan bagian dari kepedulian ITS di dalam mengembangkan pengetahuan yang dimiliki berkait dengan perumahan dan pemukiman. "ITS berharap melalui pusat studi ini nantinya tidak akan ada lagi kawasan perumahan yang bermasalah baik dari segi teknis maupun sosial terhadap lingkungan," katanya.

Karena itu, kata rektor menambahkan, pusat kajian ini akan mewadahi berbagai disiplin ilmu, teknik perumahan dan pemukiman maupun social dan ekonomi. "Hasil kajian dari pusat studi ini nantinya bisa sebagai bahan masukan baik bagi perbankan yang akan mengucurkan pembiayaan maupun bagi pengembang yang akan melaksanakan pembangunan. Lebih penting lagi bagi masyarakat atau konsumen, sehingga mereka memang benar-benar memilih tempat yang tepat," katanya.

Rektor berharap melalui pusat studi ini, perbandingan pembangunan perumahan 1:3:6 untuk rumah mewah, menengah dan sederhana akan dapat berjalan dengan baik. "Tapi saya berharap meski pembangunan rumah sederhana yang selalu diidentikan dengan masyarakat banyak, tidak harus berada dibawah standar," katanya.

Naik 23,63 Persen
Sementara tentang kredit yang akan diberikan oleh BTN selama tahun 2005, Kodradi mengungkapkan, lembaganya akan menganggarkan kredit sebesar Rp 4,08 triliun pada tahun 2005 atau naik sekitar 23,63% dibanding tahun 2004 sebesar Rp 3,3 triliun.

"Dari rencana kredit itu, sekitar Rp 3,7 triliun atau 92% diantaranya dianggarkan untuk kredit perumahan. Selain itu, BTN juga merencanakan pembangunan 75 ribu unit dengan jumlah kredit sebesar Rp 1,766 triliun atau naik 33,78% dari kredit pada tahun 2004 sebesar Rp 1,32 triliun untuk pengadaan 60 ribu unit dalam bentuk subsidi uang muka dan KPR subsidi selisih bunga," katanya.

Kodradi mengungkapkan, jumlah penyaluran kredit di banknya hingga November meliputi KPR subsidi mencapai 60.074 unit dengan nilai kredit sebesar Rp 794 miliar. Sampai akhir November 2004, sedang KPR non subsidi sebanyak 16.415 unit dengan nilai kredit sebesar Rp 758 miliar. Diperkirakan hingga akhir tahun jumlah penyaluran KPR mencapai Rp 1,6 triliun. "Tahun depan kami memfokuskan ke sektor perumahan dan menitikberatkan ke KPR non subsidi," katanya.(Humas/bch)

Berita Terkait