ITS News

Rabu, 05 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

Intimidasi Sampai Bagi-Bagi Kaos

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

SURABAYA – Penolakan para aktivis mahasiswa terhadap mekanisme pemilihan rektor ITS periode 2003-2007, ternyata memunculkan adanya isu tak sedap. Kabarnya, ada seorang kandidat rektor yang berusaha menyuap mahasiswa dengan membagi-bagikan kaos kepada ketua HMJ. Tujuannya, agar para mahasiswa mau mengikuti proses pemilihan rektor.

Kabar tak mengenakkan itu diungkapkan oleh ketua LM (legislatif mahasiswa) Teknik Perkapalan Adrian, kemarin. Menurutnya, ada seorang kandidat yang membagi-bagikan kaos kepada 3 ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Kaos itu dibungkus dalam plastik, isinya 25 kaos per bungkus. "Jadi, kalau 3 bungkus berarti ada 75 kaos," ujar Adrian. Kaos-kaos diberikan agar para ketua HMJ mempengaruhi teman-temannya untuk ikut memilih si balon (bakal calon) rektor.

Tiga bungkus kaos itu kini disimpan oleh seorang anggota HMJ untuk dikembalikan pada saatnya nanti. "Jika waktunya tiba, kaos-kaos itu akan kami jadikan bukti, bahwa seorang kandidat rektor pernah berusaha menyuap kami agar mau mengikuti pemilihan rektor," tandasnya.

Sayangnya, Adrian meminta agar nama ke tiga jurusan itu tidak usah ditulis. "Kasihan sama para ketua HMJ ini," ujarnya. Pernyataan Adrian ini bukan tanpa alasan. Sebab, menurutnya, ada seorang kepala jurusan yang pernah melakukan intimidasi kepada ketua HMJ (lagi-lagi Adrian minta untuk tidak ditulis nama jurusannya).

"Ketua jurusan itu memanggil ketua HMJ, dia diminta untuk mempengaruhi teman-teman supaya ikut memberikan suaranya dalam pemilihan rektor," papar Adrian. Namun, si ketua HMJ itu menolak. Akibatnya, si ketua jurusan mengancam akan mengacuhkan keberadaan HMJ. "Itu kan sama dengan intimidasi dan pengekangan aspirasi mahasiswa," ujarnya.

Ketua panitia pemilihan rektor Ir Soemartojo yang dikonfirmasi soal isu suap dan intimidasi, tidak mau menanggapinya. "Ah, itu kan versi mahasiswa, tapi, saya akan segera mengklarifikasinya," ujar Soemartojo singkat.

Meski demikian, Soemartojo meragukan jika sampai ada kandidat yang berani melakukan praktik-praktik penyuapan dan intimidasi. "Saya rasa, hal serendah itu rasanya tidak mungkin dilakukan oleh para kandidat rektor yang semuanya berpendidikan," ujarnya.

Bagaimana komentar dari balon rektor ITS? Dr Ir Mohammad Nuh DEA menyatakan belum mendengar isu itu. "Saya tidak tahu, yang jelas, saya tidak pernah melakukan penyuapan atau pun melakukan intimidasi pada para mahasiswa," ujarnya. "Hasil yang saya capai ini murni karena saya mendapat kepercayaan dari para karyawan, dosen dan senat ITS," lanjutnya. (oni)

Berita Terkait