ITS News

Minggu, 27 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

Inginkan Follow Up,Tidak Sekedar Seremonial

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Seorang Yulyan Parwati ternyata tidak menyangka akan menjadi seorang mawapres ITS tingkat D-3. Menurut pengakuan mahasiswi kelahiran 13 Juli 1981 bahwa dirinya hanya melakukan persiapan selama lima hari sebelum tanggal penutupan pendaftaran mawapres.

Menurut alumnus SMUN 11 SBY ini secara jujur bahwa kontes mawapres ini layaknya kontes kecantikan saja yang tidak ada follow-upnya (kelanjutannya) dan sekedar acara seremonial saja setiap tahunnya dan terkesan harus ada setiap tahunnya.

Tidak ada resep khusus yang ia siapkan dalam belajar untuk dapat merebut mawapres ini akunya. Cewek yang menjadi fungsionaris HIMASTA (Himpunan Mahasiswa Statiska) tersebut mengakui bahwa setelah menjadi mawapres ia belum mendapat sesuatu yang lebih.Lebih dalam hal ini yaitu bukan materi tetapi peran dirinya sebagai mawapres.

;Tujuan pemilihan mawapres ITS agar mawapres yang terpilih dapat menjadi contoh seorang mahasiswa yang mempunyai daya nalar yang baik dan kritis belum berhasil saya contohkan kepada mahasiswa yang lainnya, lanjutnya merendah.

Iyan, pangggilan akrabnya, berharap agar dalam tahun berikutnya ada program follow up yang jelas yaitu semacam rangkaian kegiatan yang diadakan oleh ITS agar peran mawapres dapat lebih maksimal. Pengiriman delegasi mawapres kelevel nasional menurutnya merupakan hal yang rutin untuk dilaksanakan.

Menyikapi adanya rumor bahwa tahun depan acara mawapres akan digantikan dengan pemilihan mahasiswa teladan, ia berharap tidak hanya berganti nama saja tetapi substansialnya juga berubah.

Menurut Iyan, yang mengangkat tema kenaikan harga BBM sebagai tema umum dalam karya tulis ilmiahnya tersebut, menilai bahwa kriteria pemilihan mawapres sudah cukup baik dengan terwakilinya scientific attitude(kemampuan ilmiah)dengan adanya keharusan penulisan karya tulis ilmiah serta presentasi karya tersebut, akademik attitude dengan adanya IPK standar yaitu 3.00, sosial attitude dengan penilaian kegiatan ekstra kurikuler dan bahasa inggris dengan TOEFL score dimana ada prosentase penilian untuk tiap kriteria tersebut.

Menanggapi bahwa pemenang mawapres adalah perempuan semua, ia berkomentar, Kalau yang cowok hanya kurang beruntung saja mungkin tahun depannya cowok katanya.(rom/bch/li)

Berita Terkait