ITS News

Minggu, 29 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Indonesia sudah terlalu banyak masalah

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur Menko Perekonomian, Dorodjatun Koentjorojati dan menteri kelautan dan perikanan, Rokhmin Dahuri beserta rombongan menyempatkan diri untuk mampir di kampus ITS.

Dalam paparannya, Djatun, demikian Menko Perekonomian ini biasa dipanggil, lebih menegaskan pentingnya berorganisasi. Karena beliau mengamati masalah besar yang saat ini dihadapi adalah organisasi yang tidak tergerakkan. Kemudian beliau mengulas tentang teori-teori organisasi. "Tanpa kerja sama kita tidak mungkin mengaktualisasikan potensi yang ada," katanya.

Lebih jauh beliau menerangkan tentang figur seorang pemimpin. "Seorang pemimpin sulit untuk dibentuk kalau hanya dari pelatihan-pelatihan saja. Sebelum itu harus ada rasa kepemimpinan yang memang ada dari dalam dirinya, itulah yang lebih utama."

Kemudian beliau menelaah penyebab masalah yang timbul saat ini, yang terbagi atas tiga penyebab. Pertama, sistem yang berkembang saat ini masih ada "gap" atau pengelompokan-pengelompokan. Kedua, perbedaan waktu dalam melakukan suatu pekerjaan. Dalam hal ini lebih ditekankan pada kecepatan menyelesaikan tugas. Dan yang terakhir adalah mis-location, yakni penempatan yang salah. Hal-hal itulah yang kemudian membuat semakin terpuruknya bangsa Indonesia.

Kalaupun sampai saat ini beliau masih belum mampu menangani masalah ekonomi secara total, beliau berpendapat bahwa "Bukannya kami terlambat menyelesaikan permasalahan yang ada, tetapi saat ini di Indonesia sudah terlalu banyak masalah." Karena itu beliau coba untuk memberi saran agar mahasiswa, pada khususnya, memperbaiki sistem organisasinya. Perbaikan yang ditawarkan adalah: yang pertama, mengisi kekosongan yang ada; kedua, menyambung tempat yang tidak tepat atau kita sebagai jembatannya; dan yang ketiga berada pada tempat-tempat yang tepat dengan cepat.(yud/bch)

Berita Terkait