ITS News

Minggu, 14 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Ina Tri Hastuti, Mawapres FTSP yang Dihadiahi Kunjungan ke Australia

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

"Sebenarnya saya juga ingin meraih predikat Mawapres tingkat institut, tapi saat seleksi di tingkat institut waktunya mepet dari jadwal pemilihan Mawapres fakultas, sehingga saya tidak punya persiapan lagi dan tampil apa adanya," katanya pendek.

Tapi, katanya menambahkan, ia sudah bersyukur karena prestasi Mawapres-nya di tingkat faklultas akan memperoleh pengalaman untuk berkunjung ke Australia. "Buat saya ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Soal rencana apa yang akan saya lakukan di negeri Kanguru itu, belum terpikirkan. Tapi mungkin saya akan membandingkan beberapa perguruan tinggi di sana dengan yang ada di ITS, terutama pada jurusan Teknik Sipil," kata anak kedua dari lima bersaudara pasangan Djoko Waskito dengan Sri Ningsih.

Alumnus SMU 5 Surabaya yang duduk di semester enam kini sedang sibuk mengurus paspor dan persiapan lain untuk kunjungannya ke Australia, Juli mendatang. "Hari-hari ini saya sedang sibuk mempersiapkan dokumen untuk pembuatan paspor, juga tidak lupa menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang memang harus diselesaikan sebelum berangkat," kata peraih IPK 3,65 ini.

Putri kedua dari Djoko Waskito yang kepala Stasiun Gubeng ini pun menceritakan seputar kegiatan sehari-harinya hingga ia terpilih menjadi Mawapres di tingkat fakultas. "Kalau soal belajar tidak ada yang istimewa, semua saya jalani seperti biasa. Karena saya memandang belajar adalah sebagai sebuah kewajiban, maka secara otomatis saya rutin melakukannya," katanya.

Gadis kelahiran Surabaya 16 September 1983 ini pun mengungkapkan awal ia memilih jurusan teknik sipil. Awalnya dia tidak tertarik memilih jurusan teknik sipil, itu karena dia memang tidak banyak mengerti dan punya bayangan tentang bidang apa yang akan dikerjakan kelak setelah lulus. Kemudian orang tuanya menyarankan untuk memilih jurusan teknik sipil, dan sedikit banyak diberikan wawasan tentang masa depan jurusan itu. "Saya pun mencobanya, dan ternyata setelah saya selami cukup mengasikan. Kini ada dua pilihan konsentrasi yang bakal saya perdalam untuk tugas akhir. Pertama soal manajemen konstruksi dan kedua transportasi. Kedua-duanya menarik buat saya," kata Ina yang punya hibi main bulu tangkis.

Itu sebabnya, katanya menambahkan, ketika ia diminta untuk membuat tulisan sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti pemilihan Mawapres, ia mengetengahkan judul: Kecelakaan Kereta Api dan Upaya untuk Menanggulanginya.

Wah ketularan bokap nich? "Ah engga juga, karena memang saya menyukai itu, dan dalam persoalan kereta api ada banyak hal yang harus diperhatikan, bukan hanya unsur manusianya, tapi juga faktor teknis yang harus terus menerus dipelajari," katanya. (Humas – ITS, 17 Mei 2004)

Berita Terkait