ITS News

Rabu, 05 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

HMTF Gaet Produk Home Industri

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Pola konsumsi mahasiswa saat ini lebih memilih fresh dan simpel dalam memenuhi segala kebutuhannya. Transaksi pembelian alat-alat tulis maupun kebutuhan kulaih yang langsung dijual di kampus kian diminati oleh mahasiswa, mengingat faktor harga yang murah dan sesuai dengan kantong mahasiswa.

Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF) menjawab peluang tersebut dengan menggelar bazaar akbar selama empat hari, mulai selasa hingga jum’at, (23-26/3) kemarin. Terlihat di stan bazaar bagian samping kiri dan kanan, terpajang produk home industri sepatu sandal Wedoro. Harga penawaran cukup bervariasi mulai dari Rp.20.000,- hingga 35.000,- . "Kami sengaja menawarkan produk home industri yang masih sangat lesu dan mencoba menawarkan langsung ke kawan-kawan ITS," kata Bennedicta selaku Divisi kewirausahaan HMTF.

Di stan sisi lainnya juga menawarkan produk home industri kerajinan tas Tanggulangin, Sidoarjo. Menurut, mahasiswi angkatan 2001, tas yang ditawarkan beranekaragam model baik bahan maupun warna, yang memang disesuaikan dengan tren di pasaran saat ini. "Harga yang ditawarkan juga bervariasi, berkisar antara Rp.25.000,- sampai Rp.40.000,- dengan pertimbangan melihat bahan-bahan pembuat tas tersebut," terangnya.

Tidak hanya produk kerajinan aja. Melainkan buku-buku penunjang kuliah dan buku fiksi yang ditawarkan dengan diskon 15 persen di stan bazaar ini. Sedangkan untuk tabloid komputer Pcplus dipasang harga dengan sangat miring, hanya empat ribu saja. "Perlengkapan alat-alat tulis, celana jeans dan kemeja maupun boneka untuk aksesoris kamar juga tersedia di sini dengan harga berkisar antara Rp.20.000,- sampai Rp.50.000,- yang termahal", ujar Bennedicta.

Sementara itu, mahasiswa yang mengunjungi bazaar ini relatif ramai. Para mahasiwa tersebut kebayakan berharap menemukan barang yang murah. Seperti, Wulan , mahasiswi jurusan Matematika ini yang sedang mencari sebuah kalkulator Casio. Kebetulan barang tersebut dijual dengan harga sekitar 75 ribu."Wah, kok murah sekali dan bagus juga barangnya, " ujarnya ketika menemukan barang yang dicari.

Kegiatan ini memang untuk merangsang minat membeli produk home industri. "Disamping itu juga supaya kami terlatih dalam menjual barang sebagai entrepreneur," ujar Dicta.(mut/rom)

Berita Terkait