ITS News

Jumat, 19 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Geomatik, Weruh Sadurunge Winarah

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Tak hanya paranolmal saja yang bisa meramal dan tahu sebelum orang lain tahu. Ahli geomatik pun mampu ‘weruh sadurunge winarah’. Dalam artian, mereka bisa tahu apa dan dimana bahan tambang yang bernilai jual tinggi sebelum orang lain tahu. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Ir. Priyo Suprobo, MS, PhD, Dekan FTSP dalam pembukaan kuliah tamu "Peran dan Tantangan Sarjana Geodesi Di Industri Migas Dalam Era Globalisasi".

Menurut dosen Teknik Sipil ini, perkembangan ke depan dari ilmu yang merupakan gabungan dari geodesi dan informatika ini akan sangat bagus. Memanfatkan teknologi Global Positioning System (GPS) dan teknologi informatika yang canggih, bahan tambang dapat diketahui posisinya secara tepat dalam sistem koordinat tertentu. Beliau memperkirakan untuk sepuluh tahun ke depan, Geomatik sangat diperlukan. "Apalagi, sekarang baru Amerika dan Australia yang bagus dalam bidang ini," terang Priyo.

Kondisi negara Indonesia yang kaya akan sumber daya alam (SDA), juga menunjang berkembangnya ilmu ini. Inovasi-inovasi baru, diharapkan lahir untuk terus menggali dan memanfaatkan SDA yang ada.

Tak heran, dalam sambutannya, Priyo menganggap kuno pandangan tentang Geodesi yang hanya berkutat pada ukur-mengukur saja. "Apalagi kalau ada yang berpandangan lapangan kerjanya hanya di BPN…wah, kuno itu," ujar Priyo.

Terkait dengan perkembangan geomatik, Priyo mengungkapkan akan banyak sekali lapangan kerja yang tersedia bagi lulusan-lulusan Teknik Geodesi. "Salah satunya di bidang pertambangan," ujarnya.

Namun, diingatkannya untuk terjun ke dunia pertambangan dibutuhkan kesiapan fisik dan mental. Tantangan yang ada bukan hanya dari manusia, tapi juga dari alam. "Karenanya, diperlukan fisik dan mental yang kuat untuk menghadapinya," ujar Priyo di akhir sambutannya.

Hadir dalam kuliah tamu kemarin (15/09) tiga pembicara yang konsisten dalam bidang migas. Mereka adalah I Made Sutarya, SH, MHum, Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral, Jatim, Ir. Joko Darmanto dari Total E & P Indonesie, Kalimantan dan Ir. Sobri A. Syahwie MM, dari Fugro, Jakarta.(rin/ryo)

Berita Terkait