ITS News

Minggu, 25 September 2022
15 Maret 2005, 12:03

Gender Tak Perlu Dipersoalkan

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dennis Tugas Suci, adalah salah satu diantara mahasiswi jurusan Teknik Mesin, yang berkomentar atas enggannya kaum hawa untuk menempuh studi di ITS. "Saya pikir, cewek itu lebih senang dengan ilmu sosial," ujarnya di sela-sela kegiatan perkuliahan. "Asumsi mereka, dunia keteknikan itu keras dan tidak cocok dengan karakter wanita yang lembut."lanjutnya

Mahasiswi angkatan 2000 ini beranggapan bahwa sebenarnya pola pikir semacam itu
tidak dijadikan permasalahan."Saya sendiri tidak merasa tidak terjadi perubahan sifat semenjak saya masuk Teknik Mesin ini, dari dulu saya memang begini, " Ujar mahasiswi yang sering disebut tomboy oleh teman-teman sekampusnya.

"Tapi, kayaknya nama itu juga punya pengaruh, deh," tambah cewek berambut keriting ini mengomentari jurusannya. Menurutnya, kata "mesin" itu identik dengan pekerjaan kasar "Bandingkan saja dengan Teknik Industri atau Teknik Material,"imbuhnya.

Untuk itu, dia berharap wanita mempunyai kedudukan sejajar dengan pria."Saat ini wanita itu jangan dibedakan statusnya dengan pria, meskipun begitu ia harus tahu batas-batas kewanitaan."katanya dengan serius.

Hal senada juga disampaikan oleh Ir. R. Soemartojo, pembantu rektor III, bahwa kuliah, pratikum, kuliah praktek atau aktifitas akademik lainnya wajib dilakukan oleh mahasiswa, tak terkecuali para mahasiswi sendiri,"Dalam pemberian bea siswa pun, kami pun tidak pilih kasih,"tegas dosen sistem perkapalan ini.

Meskipun begitu, ada beberapa hal, yang mungkin bisa disalahartikan kalau di ITS tidak mendukung adanya persamaan hak. Misalnya, di beberapa kampus tidak menyediakan toilet khusus wanita."Tapi itu, mungkin hanya berkaitan dengan nilai kesantunan saja, "terangnya

Lantas, bagaimana dari jumlah mahasiswi 25 persen tersebut, yang kebanyakan berada pada jurusan tertentu. Seperti, di jurusan Teknik Mesin jumlah mahasiswi akan lebih sedikit dibandingkan dengan jurusan Teknik Lingkungan. "Itu disebabkan, para mahasiswi sebelum masuk di ITS telah mempertimbangkan bahwa jurusan ini sesuai dengan kemampuannya atau tidak,"katanya saat ditemui di ruangan pembantu Rektor III .

Namun, pandangan itu sebenarnya tidak benar. Meski permasalahan tersebut telah menjadi persepsi di masyarakat. Padahal kalau seorang masuk jurusan teknik mesin bukan berarti dia akan bekerja di bengkel. Begitu juga untuk mahasiswa jurusan perkapalan, belum tentu akan berkerja langsung di bidang perkapalan."Pandangan ini perlu dirubah pada masyarakat.Untuk itu, perlu adanya suatu wacana tentang teknologi itu sendiri,"Ujarnya

Oleh karenanya, beliau juga berpesan agar para mahasiswi yang saat ini sedang berkuliah di ITS dan mengambil bidang teknik, tetaplah untuk belajar dengan sungguh-sungguh. "Dan perlu juga, adanya berhubungan dengan mahasiswa yang lainnya,"tegasnya. (habis/m5/rom)

Berita Terkait