ITS News

Jumat, 19 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Gandeng Masyarakat, ITS Kerjakan 5 Kapal Kayu untuk Pemkab Klungkung

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Demikian diungkapkan Pembantu Rektor II ITS, Ir Syarief Widjaja Ph.D, Senin (6/12) siang. "Konsep dari pembangunan kapal ini tidak semata-mata mengerjakan pesanan, kemudian ITS yang mengerjakannya. Kali ini dibuat beda, bertujuan untuk mengajak masyarakat sadar akan kebaharian, karena itu yang dilibatkan dalam pembuatan kapal ini dari berbagai lapisan masyarakat dan juga dari orang-orang yang memang belum mengenal kapal," katanya.

Sedikitnya ada 50 orang yang terlibat di dalam pembuatan kelima kapal itu, dimana 10 persennya adalah para mahasiswa ITS di tingkat akhir. "Kami ingin mahasiswa memahami benar tentang pembuatan kapal juga mereka bisa banyak belajar bagaimana mengelola dan mempersiapkan pembangunan kapal," katanya.

Sedang melibatkan nelayan, katanya menambahkan, bertujuan agar mereka juga mengerti bagaimana membuat kapal dengan hitung-hitungan yang benar, sehingga mereka merasa memiliki dan bisa merawatnya dengan baik. "Konsep pembangunan kapal ini memiliki tujuan bagaimana memberdayakan masyarakat dan membangun kesadaran bahari, karena itu melalui proyek ini kami juga sedang membangun jaringan masyarakat yang mengetahui bagaimana sebuah kapal dibuat atau diproduksi secara benar lewat komunitas bahari. Itu sebabnya dalam pembuatan kapal ini kami mengajak mahasiswa, seniman, tukang kayu, juga nelayan yang akan menggunakan kapal itu," katanya.

Selain mereka yang terlibat mengetahui bagaimana langkah-langkah membuat kapal, para nelayan itu juga akan dididik atau dilatih bagaimana memproses hasil tangkapan, sehingga tidak hanya ikan mentah yang bisa mereka hasilkan, tapi diperkenalkan pula bagaimana teknologi pemrosesan terhadap hasil tangkapan itu. "Kami sedang membangun klaster industri kecil di bidang kelautan di Klungkung, Bali. Karena itu pula, dalam desain kapal ikan itu juga dilengkapi dengan pendingin, agar ikan yang mereka tangkap tahan lama," katanya.

Kapal berukuran 17 gros ton dengan ukuran panjang 15 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2 meter itu, menurut rencana akan dikerjakan dalam waktu tiga bulan. "Kini proses pengerjaannya telah mencapai 75 persen. Kami berharap akhir Desember sudah selesai, karena memang dikerjakan 24 jam penuh," katanya.

Dijelaskannya, meski merupakan kapal kayu, tapi teknologi pembuatan dan peralatan yang bakal digunakan pada kapal itu sudah menggunakan teknologi modern. "Ini yang membedakan mungkin dengan kapal kayu-kapal kayu buatan galangan kapal tradisional. Karena itu kami bisa menjamin kekuatan kapal ini akan tahan hingga 20 tahun," katanya. (Humas/bch)

Berita Terkait