ITS News

Jumat, 12 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

FTK ITS Kalah Adu Penalti

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Tamat sudah perjalanan tim FTK ITS di kompetisi sepakbola rektor cup 2004. kemarin, (11/8) tim berkaos biru ini harus rela dikalahkan tim bogasari lewat adu tendangan penalti. Sebelumnya sepak terjang dari tim civitas ITS ini cukup hebat, dari empat tim dari ITS yang ikut bertanding di kejuaraan ini hanya FTK saja yang tidak tersisihkan pada putaran pertama, dan terus melaju sampai semifinal.

Pada perempat final yang lalu boleh dibilang dewi fortuna masih berpihak pada tim pemegang juara dies natalis ITS tiga kali berturut-turut ini, pertandingan alot dengan Narita waktu itu berakhir dengan skor seri (3-3) yang kemudian dimenangkan FTK lewat adu penalti. Namun pada pertandingan semifinal rabu kemarin keberuntungan tidak lagi menyertai tim dari ITS itu. Setelah menahan seri (0-0) sampai akhir babak kedua, tim FTK akhirnya kalah tipis pada adu penalti.

Kekecewaanpun tampak dari wajah pemain maupun official dari tim FTK. "Kalah mas. sepertinya luck tidak berpihak pada kita kali ini," ujar manajer tim FTK, Paul Indiono. Selain itu rasa kecewa juga tampak dari wajah supporter tim ini, lain dari pertandingan mereka yang terdahulu pada laga kemarin tim FTK dimeriahkan oleh supporter dari kalangan civitas, FTK khususnya. Lebih dari 20 orang yang terdiri dari mahasiswa, karyawan maupun dosen terlihat di tribun stadion seraya meneriakkan yel-yel mendukung timnya.

Meskipun harus tersingkir dari kejuaraan kali ini, pria yang juga dosen FTK ini mengatakan perjuangan tim FTK dalam olahraga sepakbola belum selesai. "Sekarang kita akan mempersiapkan diri untuk Dies mendatang," tambahnya. Sedangkan di kubu lawan, juga merasakan hal yang sama. Dikemukakan oleh manajer tim bogasari, Hartono, saat ditemui seusai pertandingan. "Kita tadi juga tegang sekali, ini semua hanya faktor keberuntungan," kenang Hartono.

Memang bisa dibilang dari segi pengalaman dan kualitas pemain, tim FTK memang kalah dibandingkan tim Bogasari. Bogasari memang telah digodok untuk bermain sepak bola, sedangkan tim FTK pemainnya adalah campuran antara mahasiswa, karyawan, dan beberapa pemain dari luar (sewaan). "Pemain kita sepenuhnya adalah karyawan, namun mereka adalah karyawan yang kita rekrut sesuai keahliannya di sepak bola, bahkan ada yang dari klub nasional" ujar Hartono. Setelah kemenangan bogasari atas FTK ini, maka pada final mendatang (15/8) telah dipastikan adalah pertandingan antara SSB Sosial melawan Bogasari. Sebelumnya SSB Sosial menang lawan Bank Jatim yang juga dijagokan pada awal kompetisi.(asa/bch)

Berita Terkait