ITS News

Senin, 27 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Fotografer Darwis Triadi Berbagi Pengalaman

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Fotografer ternama Darwis Triadi berbagi pengalaman dan ilmu memotret kepada para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dalam kuliah tamu yang diadakan oleh Program Studi Desain Produk FTSP ITS, Rabu (23/6) sore.
Kuliah tamu yang merupakan bagian dari relaisasi kerja sama dengan Ditlantas Polda Jatim dan Desain Produk itu, memang ingin memberi wawasan kepada para mahasiswa tentang bagaimana memotret yang baik untuk berbagai kepentingan, iklan, kampanye, membangun image dan lainnya.

Kepiawaian Darwis dalam memotret pun kerap kali mendapat tepuk-tangan dan decak kagum para mahasiswa. Mahasiswa seolah tidak percaya dengan model yang seadanya baik busana maupun penampilan, mengahsilkan foto yang baik.

Apa kiat yang diberikan Darwis? "Anda akan mendapatkan hasil memotret yang baik, jika saat melakukannya Anda tidak membedakan objek foto yang dibidik," katanya pendek.
Dijelaskannya, ia tidak pernah membedakan apakah yang menjadi objek foto itu seorang capres-cawapres atau hanya tukang bejak dan bakul jamu, semua diperlakukan sama. "Inilah salah satu kunci keberhasilan memotret. Kalau Anda sudah membedakan terhadap objek yang dibidik, maka hasilnya tidak akan pernah baik, karena akan berpengaruh terhadap perasaan yang muncul saat memotret objek itu," katanya.

Cara lainnya, katanya menambahkan, berikan kepercayaan penuh terhadap objek yang ada potret jika objek itu orang. "Ini penting, dengan Anda telah membangun kepercayaan, maka si objek akan dengan mudah diperintah untuk melakukan gerakan atau pose apa saja. Bangunlah kepercayaan antara Anda sebagai fotografer dengan objek yang akan dipotret," kata laki-laki kelahiran Solo ini.

LEBIH MELEKAT
Menurut Darwis, foto atau gambar sesungguhnya sebuah cara untuk lebih melekatkan terhadap pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat, oleh karena itu ia sangat mendukung rencana Ditlantas Polda Jatim yang melakukan kerja sama dengan ITS untuk membuat rambu-rambu lalu lintas dan pesan lain yang ingin disampaikan polisi dalam membangun image positif Polisi.

"Saya melihat kalau rambu lalu lintas bentuknya hanya sebuah himbauan berbentuk tulisan hasilnya tidak maksimal. Ini karena budaya baca di masyarakat kita masih rendah. Tapi jika dalam bentuk gambar atau foto, itu justru jauh lebih mengena dan melekat di masyarakat," katanya.

Atas dasar itulah dalam waktu dekat Darwis juga akan mencoba membantu Polda Jatim dalam upaya membangun image positif Polisi melalui hasil-hasil jepretannya. "Saya akan mencoba mengambil objek-objek polisi untuk kepentingan itu. Karena saya yakin kalau gambar atau foto yang ditampilkan hampir 80 persen bisa terus diingat, sedang jika hanya berupa tulisan mungkin hasilnya Cuma 20 persen, " katanya. (Humas – ITS, 24 Juni 2004)

Berita Terkait