ITS News

Sabtu, 02 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Februari, Rektor ITS Dilantik

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof Malik Fadjar MSc dipastikan akan melantik rektor baru ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) periode 2003-2007 awal Februari mendatang. Ini diungkapkan Mendiknas melalui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro kepada Prof Ir Soegiono, rektor ITS yang segera memasuki masa pensiun.

Pertemuan kedua tokoh pendidikan itu terjadi di Jakarta 27 November lalu. "Saya ke Jakarta untuk menyerahkan nama-nama calon rektor hasil proses pemilihan," ujar Soegiono.

Lantas, siapa rektor baru yang akan mengantikan Soegiono? "Pak Satryo belum bisa menyebutkan," ujar Soegiono. Sebab, kepastian nama rektor ITS mendatang tergantung keputusan Presiden Megawati Soekarnoputri. Dan, sebelum memutuskan siapa yang layak memimpin ITS, kata Soegiono, Megawati masih menunggu rekomendasi yang diberikan dewan pendidikan pusat. "Saat ini dewan pendidikan pusat sedang bekerja dengan kriteria-kriteria mereka. Yang jelas, saya yakin keputusan presiden akan mempertimbangkan kemajuan ITS di masa depan," tandas Soegiono. Seperti diberitakan, proses pemilihan rektor di ITS telah digelar beberapa waktu lalu. Meski tidak bisa dibilang berjalan mulus -sempat diwarnai aksi demo mahasiswa-namun proses penjaringan itu berhasil menetapkan tiga nama kandidat rektor. Ketiganya adalah Dr Ir Mohammad Nuh DEA, Prof Dr Ir Nadjadji Anwar MSc, dan Prof Ir Happy Ratna Sumartinah MSc PhD. Dari ketiga nama itu, Dr M Nuh mampu mengantongi sebagian besar suara senat. Artinya, secara de facto M Nuh telah mendapat pengakuan sebagai rektor ITS menggantikan Soegiono. Namun, secara de jure, masih menanti SK Presiden untuk melegalkan jabatan rektornya.

Bagaimana jika presiden memilih nama selain M Nuh? "Wah, itu pasti akan banyak mendapat protes dari senat," ujar panitia pemilihan rektor Ir Soemartojo saat dikonfirmasi di tempat terpisah. Menurut Pembantu Rektor III ini, memilih rektor ITS memang menjadi hak prerogatif presiden. Namun, "Jangan mengabaikan suara sebagian besar anggota senat yang menginginkan M Nuh duduk sebagai rektor ITS," imbuh Soemartojo. Apa komentar M Nuh? "Saya masih belum mendengar kabar dari Mendiknas," ujarnya. "Meski saya mendapat suara terbanyak dari senat, tapi bukan berarti saya telah resmi menjadi rektor ITS," lanjut Direktur PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) ITS ini. Ditambahkan, satu-satunya orang yang mempunyai otoritas untuk menentukan rektor ITS hanyalah presiden. "Saya yakin, presiden akan mengambil keputusan dengan bijaksana," imbuh sambungnya. (oni)

Berita Terkait