ITS News

Selasa, 07 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Evi Juara Tiga Mawapres Nasional

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Evi, panggilan Sylvia Sandyazmara Devi, tampak bangga dan haru. Ia tidak menyangka bakal menjadi juara ke-3 mahasiswa berprestasi (mawapres) tingkat nasional. Pasalnya, persiapan untuk menghadapi seleksi ini relatif singkat, sekitar satu minggu. Ditambah lagi persaingan ketat antar 15 mahasiswa yang telah terseleksi dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

"Ketika juri mengumumkan kalau saya menjadi juara tiga. Saya seakan tidak percaya. Karena peserta lainnya itu juga memiliki kemampuan yang lebih baik. Mungkin ini karunia dari Allah saja," terangnya dengan rendah hati.

Meski begitu, tambah mahasiswa Teknik Sipil ini, Ia harus berusaha menampilkan yang terbaik selama mengikuti seleksi ini. Bahkan sebelum berangkat ke Jakarta. Ia telah mempersiapan presentasinya dengan menggunakan Bahasa Inggris. "Karena pihak panitia mengharuskan untuk menggunakan Bahasa Indonesia. Maka malam hari saya harus belajar lagi," tutur finalis Cak dan Ning Surabaya ini.

Dalam seleksi Mawapres Tingkat Nasional ini peserta harus mengikuti berbagai tes, antara lain kemampuan bahasa inggris, keaktifan diluar kuliah, dan presentasi makalah. Untuk Evi sendiri makalahnya berjudul ‘Pengelolaan Kawasan Bersejarah untuk meningkatkan Industri Pariwisata di Surabaya’.

"Kemungkinan nilai terbesar dari keseluruhan tes yang saya jalani yakni presentasi makalah. Soalnya kalau makalah yang kita paparkan itu tidak bisa diaplikasi. Tentunya akan mengurangi nilai," terangnya setelah diberitahu oleh salah satu juri mengenai beberapa hal yang menjadi penilaian.

Ada yang menarik selama mengikuti seleksi ini. Evi pernah dikira sebagai pramugari. Saat itu, Ia menggunakan pakaian kebaya, rambut disanggul, dan memakai syal. Lantas, seseorang peserta menyeletuk, "Mbak, ini tak kira sebagai pramugari ternyata juga peserta seleksi" cerita wakil ketua I Raka Raki ini.

Sementara itu, prestasi yang telah dicapai oleh mahasiswi anggkatan 2000 ini mendapat pengahargaan dari ITS. Ia mendapatkan beasiswa berupa pembebasan biaya SPP selama satu tahun. Ini disampaikan oleh Pembantu Rektor III,Dr.Ir. Ahmad Jazidie,MEng, "Kami memang memberikan reward dengan pembebasan biaya SPP selama satu tahun. Dan ini janganlah dilihat dari besarnya. Melainkan anggaplah sebagai wujud perhatian kami."

Tentunya, presentasi seperti ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Bukan malahan sebaliknya yang akan menghambat para mahasiswa untuk berprestasi. "Semua mahasiswa di ITS merupakan orang pilihan jadi kalau mereka mau berprestasi kesempatan ini terbuka selebar-lebarnya. Dan kami akan memfasilitasinya," terangnya.(rom/bch)

Berita Terkait